Tsunami Dahsyat Porak-porandakan Ambon saat Laut Banda Berguncang 349 Tahun Silam
Selasa, 10 Januari 2023 - 04:41 WIB
loading...
A
A
A
Tiga desa yang terdampak gempa dahsyat dan tsunami pada 8 Oktober 1950 adalah Hutumuri, Hative Kecil, dan Galala. Gempa dan tsunami dahsyat, tercatat juga pernah terjadi pada tahun 1629 di Pulau Seram.
Dalam tulisan tersebut, Budi Assaudi juga menyebutkan, Laut Banda dan pulau-pulau di sekitarnya, khususnya Provinsi Maluku, merupakan wilayah yang berada di pertemuan tiga lempeng bumi. Yakni lempeng Eurasia, Pasifik dan Australia.
"Pertemuan lempeng-lempeng tersebut, menyebabkan intensitas kejadian gempa sangat aktif dan sangat rawan. Ahli gempa bumi dan tsunami di dalam dan luar negeri, telah melakukan berbagai penelitian gempa bumi dan tsunami di Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Maluku Utara," tulis Budi Assaudi.
BMKG, bersama Universitas Hasanuddin, juga telah melakukan penelitian sumber gempa bumi Maluku, atas dasar catatan sejarah gempa bumi dan tsunami, kondisi geoteknologi dangeografis kepulauan di Maluku.
Pulau Seram dan sekitarnya teridentifikasi memiliki pergerakan aktif sesar strike-slip sebagai akibat dari "Banda Opening" secara ekstensional. Saat ini lempeng di wilayah tersebut sudah mencapai "Weber Deep". di mana jejak mundur ekstensionalnya berpotensi menghasilkan strike-slip.
Baca juga: Kisah Panembahan Senopati 3 Hari 3 Malam Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan
Berdasarkan kajian terkini, salah satu segmen lempengnya ditengarai berada di sekitar Pulau Ambon, di mana Banda opening crust telah membentuk oceanic crust dan terus melebar hingga Weber Deep1.
Ada potensi besar gempa tektonik dalam skala besar di Pulau Seram dan sekitarnya, namun segmen-segmen yangada membentuk dilatasi sebagai media pelepasan energinya. Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut tak pernah sepi akan kejadian gempa bumi.
"Bila mencermati mekanisme sumber gempanya, Pulau Seram dan sekitarnya merupakan zona sesar strike-slip sebagai akibat detachment atau bergesernya lempeng dan sangat mungkin sesar naik juga ada. Ini tercermin dari data-data mekanisme sumber gempa bumi sebelumnya. Namun secara keseluruhan wilayah itu merupakan zona potensi sesar geser," tulis Budi Assaudi.
Sumber: https://bnpb.go.id/berita/tsunami-puluhan-meter-di-maluku-tahun-1674
Dalam tulisan tersebut, Budi Assaudi juga menyebutkan, Laut Banda dan pulau-pulau di sekitarnya, khususnya Provinsi Maluku, merupakan wilayah yang berada di pertemuan tiga lempeng bumi. Yakni lempeng Eurasia, Pasifik dan Australia.
"Pertemuan lempeng-lempeng tersebut, menyebabkan intensitas kejadian gempa sangat aktif dan sangat rawan. Ahli gempa bumi dan tsunami di dalam dan luar negeri, telah melakukan berbagai penelitian gempa bumi dan tsunami di Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Maluku Utara," tulis Budi Assaudi.
BMKG, bersama Universitas Hasanuddin, juga telah melakukan penelitian sumber gempa bumi Maluku, atas dasar catatan sejarah gempa bumi dan tsunami, kondisi geoteknologi dangeografis kepulauan di Maluku.
Pulau Seram dan sekitarnya teridentifikasi memiliki pergerakan aktif sesar strike-slip sebagai akibat dari "Banda Opening" secara ekstensional. Saat ini lempeng di wilayah tersebut sudah mencapai "Weber Deep". di mana jejak mundur ekstensionalnya berpotensi menghasilkan strike-slip.
Baca juga: Kisah Panembahan Senopati 3 Hari 3 Malam Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan
Berdasarkan kajian terkini, salah satu segmen lempengnya ditengarai berada di sekitar Pulau Ambon, di mana Banda opening crust telah membentuk oceanic crust dan terus melebar hingga Weber Deep1.
Ada potensi besar gempa tektonik dalam skala besar di Pulau Seram dan sekitarnya, namun segmen-segmen yangada membentuk dilatasi sebagai media pelepasan energinya. Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut tak pernah sepi akan kejadian gempa bumi.
"Bila mencermati mekanisme sumber gempanya, Pulau Seram dan sekitarnya merupakan zona sesar strike-slip sebagai akibat detachment atau bergesernya lempeng dan sangat mungkin sesar naik juga ada. Ini tercermin dari data-data mekanisme sumber gempa bumi sebelumnya. Namun secara keseluruhan wilayah itu merupakan zona potensi sesar geser," tulis Budi Assaudi.
Sumber: https://bnpb.go.id/berita/tsunami-puluhan-meter-di-maluku-tahun-1674
(eyt)
Lihat Juga :