Tsunami Dahsyat Porak-porandakan Ambon saat Laut Banda Berguncang 349 Tahun Silam

Selasa, 10 Januari 2023 - 04:41 WIB
loading...
A A A
Budi Assaudi, dalam tulisannya menyebutkan, gempa dan tsunami yang terjadi pada 349 tahun silam, mengakibatkan kerusakan rumah warga dan menelan korban jiwa yang diperkirakan mencapai 2.500 orang tewas.

Gempa dan tsunami dahsyat yang menerjang Ambon tersebut, disebutkan Budi Assaudi, terjadi pada pukul 19.30–20.00 waktu setempat. Gempa dan tsunami terjadi bertepatan dengan suasana perayaan Tahun Baru China yang berlangsung meriah di sekitar pasar.

"Guncangan dahsyat dari gempa tersebut, melanda seluruh Pulau Ambon, dan pulau-pulau di sekitarnya. Akibatnya, sebanyak 86 orang tewas tertimpa runtuhan bangunan, dan rumah-rumah yang terbuat dari batu mengalami banyak retakan, sehingga tidak bisa digunakan lagi," tulis Budi Assaudi.

Kejadian mengerikan menyusul kemudian, usai gempa dahsyat tersebut terjadi. Yakni, terjadi gelombang pasang di seluruh pesisir Pulau Ambon. Pesisir utara di Semenanjung Hitu, menderita kerusakan yang paling parah, terutama di daerah Ceyt di antara Negeri Lima dan Hile. Di daerah ini air naik setinggi 40–50 toises atau sekitar 70–90 meter.

Ilmuwan Eropa, Georg Everhard Rumphius menjadi salah satu saksi bencana dahsyat yang melanda Ambon, kala itu. Istri dan anak Georg Everhard Rumphius, menjadi bagian dari 2.500 korban tewas. Catatan Georg Everhard Rumphius tersebut, merupakan sebagian dari catatan sejarah gempa dan tsunami terkait bencana rapid onset yang pernah terjadi dan paling mematikan di Maluku serta wilayah sekitarnya.

Baca juga: Gempa di Darat Magnitudo 3,7 Guncang Pasaman Barat

Dalam tulisannya, Budi Assaudi juga menyebutkan, gempa dan tsunami juga pernah melanda wilayah Ambon, pada Minggu (8/10/1950) pada pukul 12.23 waktu setempat. Sayangnya, dokumentasi kejadian bencana tersebut sangat terbatas, karena situasi geopolitik terkait konflik TNI dengan RMS.

"Hanya catatan kecil yang ada di beberapa surat kabar nasional dan internasional. Selain berita, gempa dan tsunami juga tercatat di arsip United States Geological Survey (USGS)," tulis Budi Assaudi.

Lokasi gempa disebutkan, berada di kordinat 4,199 Lintang Selatan (LS), dan 128.233 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 20 Km dengan magnitudo 7,3. Dampak gempa dan tsunami Ambon tahun 1950 dimuat di beberapa surat kabar nasional.

Di mana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan, ada dua kota di Ambon yang porak poranda akibat gempa dan tsunami. Gempa disertai gelombang tsunami dengan ketinggian 40 meter, menyapu pesisir pantai hingga sejauh 200 meter.

Budi Assaudi dalam tulisannya menyebutkan, sejumlah saksi hidup bencana gempa dan tsunami yang menerjang Abon, pada 8 Oktober 1950, yang diwawancara pada medio Agustus 2015, menyebutkan saat itu gempa bumi terjadi sebanyak tiga kali yang disertai tiga kali suara gemuruh, dan tiga gelombang tsunami.

Tsunami Dahsyat Porak-porandakan Ambon saat Laut Banda Berguncang 349 Tahun Silam

Peringatan dini tsunami berakhir. Foto/BMKG
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rekomendasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Berita Terkini
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved