Pupuk Langka, Petani Kendal Gunakan Penyedap Rasa Makanan

Senin, 13 Juli 2020 - 11:01 WIB
loading...
Pupuk Langka, Petani...
Petani padi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terpaksa menggunakan penyedap rasa makanan untuk mengganti pupuk yang langka. Foto/iNews TV/Eddie Prayitno
A A A
KENDAL - Petani padi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kelangkaan pupuk. Kondisi ini memaksa para petani menggunakan penyedap rasa makanan sebagai pengganti pupuk.

(Baca juga: 500 TKA China Akan Bekerja Selama 6 Bulan di Konawe )

Kelangkaan pupuk bersubsidi itu dirasakan para petani sejak satu bulan terakhir. Sementara, saat ini petani sudah memasuki musim tanam kedua pada tahun ini, yang tentunya sangat membutuhkan pupuk.

"Pupuk bersubsidi tiba-tiba hilang di pasaran sejak beberapa minggu terakhir, bertepatan dengan musim tanam kedua untuk tahun ini. Kami sangat membutuhkan pupuk tersebut," ujar Purwadi, salah seorang petani di Kabupaten Kendal.

(Baca juga: Umat Nasrani Mojokerto Gelar Ibadah dengan Protokol Kesehatan )

Dia menyebutkan, pupuk bersubsidi sudah tidak bisa ditemukan lagi di pedagang besar maupun pengecer. "Dari pada gagal panen, terpaksa kami gunakan penyedap rasa makanan sebagai pengganti pupuk," terangnya.

Hal senada juga diakui oleh Muhammad Arifin. Petani padi ini mengaku, kondisi kelangkaan pupuk saat musim tanam seperti ini sudah sering terjadi. "Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi, agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk," tegasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Pembatasan Nikotin dan...
Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Nasib Petani Tembakau serta Cengkih Temanggung
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved