Nenek di Blitar Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tengah Hutan
Senin, 13 Juli 2020 - 10:15 WIB
loading...
Seperti inilah keadaan nenek Moah dan gubug reotnya yang menjadi tempat tinggalnya setiap hari.Foto/Robby Irawan
A
A
A
BLITAR - Seorang nenek sebatang kara di Blitar sehari-hari menghabiskan waktu di sebuah gubuk di tengah hutan. Gubuk yang hampir roboh inipun tak mampu menahan udara dingin saat malam dan air saat musim hujan.
Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, nenek yang usianya 80 tahun ini hanya mengandalkan belas kasihan dari orang lain. Nenek ini bernama Moah, warga Desa pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
(Baca juga: Kepala Puskesmas Slempit Gresik Meninggal Terpapar COVID-19 )
Setiap hari seorang diri karena nenek Moah tak punya anak ataupun keluarga. Nenek inipun memilih menetap di gubuk lahan tebunya selama puluhan tahun.
"Ya begini ini, airnya masuk kalau hujan. Sebelah timur saya tutup. Kalau masak ya di sebelah timur," ujar nenek Moah.
Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, nenek yang usianya 80 tahun ini hanya mengandalkan belas kasihan dari orang lain. Nenek ini bernama Moah, warga Desa pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
(Baca juga: Kepala Puskesmas Slempit Gresik Meninggal Terpapar COVID-19 )
Setiap hari seorang diri karena nenek Moah tak punya anak ataupun keluarga. Nenek inipun memilih menetap di gubuk lahan tebunya selama puluhan tahun.
"Ya begini ini, airnya masuk kalau hujan. Sebelah timur saya tutup. Kalau masak ya di sebelah timur," ujar nenek Moah.
Lihat Juga :