Pemprov Sulsel Usul Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca

Jum'at, 06 Januari 2023 - 04:12 WIB
loading...
Pemprov Sulsel Usul...
Papan reklame di Kota Makassar tumbang usai dihantam angin kencang yang melanda ibukota Sulsel. Rabu (4/1/2023). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ( Sulsel ) berencana menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan dan mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi.

Sesuai prakiraan BMKG, cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Sulsel beberapa hari ke depan. Di Makassar, angin kencang pada Rabu (4/1/2023) merusak puluhan rumah hingga menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo mengatakan, pihaknya akan bermohon ke pemerintah pusat untuk penggunaan teknologi modifikasi cuaca. Dalam hal ini usul diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG.

Baca juga: BNPB: Modifikasi Cuaca Berhasil Minimalkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek hingga Jatim

"Kemarin sudah melakukan koordinasi lewat telepon, sementara proses persuratan menyusul baru mau ditandatangani Pak Gubernur," katanya, Kamis (5/1/2023).

Amson menjelaskan, modifikasi cuaca ini akan diterapkam di wilayah Makassar dan sekitarnya. Hal itu berdasarkan arahan dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.



Rencana penggunaan teknologi modifikasi cuaca itu mengingat prediksi BMKG bahwa cuaca ekstrem akan berlangsung hingga 9 Januari 2023 mendatang. Karena itu, BPBD juga berkoordinasi dengan BMKG Wilayah IV Makassar untuk rencana penggunaan teknologi tersebut.

"Hasil koordinasi dengan BMKG, mereka prediksi tanggal 3-9 Januari 2023 cuaca ekstrem di Makassar, jadi kita antisipasi itu," katanya.

Selain mengupayakan teknologi modifikasi cuaca, kata Amson, Pemprov juga terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait kondisi cuaca saat ini. Pemprov juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel.

Baca juga: Kapal Penyeberangan Dihantam Gelombang di Selat Makassar, Puluhan Penumpang Memilih Putar Balik

Menurutnya, dalam paya pencegahan yang bisa diterapkan saat ini, yakni merelokasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, hingga memerhatikan pohon-pohon besar yang ada di sekitar pemukiman dan jalan yang kemungkinan rawan tumbang.

"Pemerintah harus hadir di mana saja untuk meringankan beban masyarakat. Jadi kita menyarankan agar dalam cuaca ekstrem ini, menghindari dulu hal-hal yang berpotensi terjadinya bencana," katanya.

Adapun teknologi modifikasi cuaca yaitu merupakan teknologi untuk mengendalikan sumber daya air di atmosfer. Teknologi tersebut bekerja dengan cara menggunakan pesawat yang dihantarkan bahan semai berupa NaCL ke awan melalui udara.

Baca juga: BMKG: Teknologi Modifikasi untuk Minimalkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah

Teknologi ini berguna mengurangi curah hujan di daerah tertentu demi meminimalkan bencana alam yang diakibatkan iklim. Teknologi ini disebut memiliki dampak luar biasa dalam mencegah potensi banjir akibat curah hujan tinggi.

"Beberapa waktu lalu, sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat juga menggunakan teknologi ini untuk mengurangi intensitas hujan," tukasnya.

Sebelumnya, dua warga di Puri Pattene Permai, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan meninggal dunia usai tertimpa pohon tumbang, pada Rabu (4/1/2023) lalu. Mereka merupakan satu keluarga.

Satu keluarga tersebut tertimpa pohon tumbang saat berada di dalam rumah. Ada tiga orang yang menjadi korban yakni Mutia (8), Zaki (2), dan Nurasiah (45). Namun nyawa Mutia dan Nurasiah tidak selamat.

"Yang selamat hanya anak umur 2 tahun yang lebih dulu diselamatkan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Cuaca Ekstrem, Jemaah...
Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved