Program Guru Visit to Home di Tangsel Tak Berjalan Baik Selama Pandemi Covid-19
Senin, 13 Juli 2020 - 01:35 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam satu minggu sekali lah. Untuk guru kelas tingkat SD, misal ada 32 anak. Pokoknya minimal dilakukan. Yang SMP agak sulit, karena guru mata pelajaran," jelasnya.
Terkait mekanisme guru visit to home ini juga belum begitu jelas. Terutama untuk jenjang SD yang cukup banyak muridnya. Begitupun dengan TK dan SMP. Sehingga, menimbulkan kebingungan. Apalagi, tidak ada insentif lebih.
"Ya, dengan berbagai cara. Tetapi paling tidak adalah sekali. Guru kan wajib hadir ke sekolah, pada saat dia harus datang ke rumah anak muridnya, makanya gak perlu ke sekolah lagi. Kan bagian dari tugas," jelasnya.
Guru visit to home ini seperti memindahkan kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Sejumlah sekolah pun dikabarkan telah coba melakukannya dan berjalan cukup efektif.
"Sudah mulai berjalan, tetapi masih belum maksimal. Makanya, pada masa Covid-19 ini akan lebih dimaksimalkan. Bagaiamana menghadirkan kegiatan belajar di sekolah ke rumah dalam suasana Covid-19," tukasnya.
Terkait mekanisme guru visit to home ini juga belum begitu jelas. Terutama untuk jenjang SD yang cukup banyak muridnya. Begitupun dengan TK dan SMP. Sehingga, menimbulkan kebingungan. Apalagi, tidak ada insentif lebih.
"Ya, dengan berbagai cara. Tetapi paling tidak adalah sekali. Guru kan wajib hadir ke sekolah, pada saat dia harus datang ke rumah anak muridnya, makanya gak perlu ke sekolah lagi. Kan bagian dari tugas," jelasnya.
Guru visit to home ini seperti memindahkan kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Sejumlah sekolah pun dikabarkan telah coba melakukannya dan berjalan cukup efektif.
"Sudah mulai berjalan, tetapi masih belum maksimal. Makanya, pada masa Covid-19 ini akan lebih dimaksimalkan. Bagaiamana menghadirkan kegiatan belajar di sekolah ke rumah dalam suasana Covid-19," tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :