Trump Minta Wabah COVID-19 Wuhan Diinvestigasi Serius

Selasa, 28 April 2020 - 11:04 WIB
loading...
Trump Minta Wabah COVID-19...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto: Sputnik
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta kepada pemerintahannya melakukan penyelidikan serius pada penanganan China terhadap wabah COVID-19 di Wuhan.

"Kami tidak senang dengan Cina," kata Trump dilansir dari Sputnik, Selasa, (28/04/2020) merujuk pada investigasi serius tersebut.

Presiden AS mengatakan bahwa COVID-19 bisa dihentikan ketika masih di kota Wuhan di China, di mana wabah asli virus itu terjadi pada akhir 2019 dan awal 2020. Trump mengatakan AS telah melakukan "penyelidikan serius" yang akan dirilis di masa depan.

Ketika ditanya tentang kemungkinan konsekuensi bagi China setelah investigasi, Trump mencatat bahwa ada banyak cara yang bisa ditanggapi AS, tetapi berhenti untuk tidak memerinci.

"Kami akan memberi tahu Anda pada waktu yang tepat," katanya lagi.

Gedung Putih Mempublikasikan 'Cetak Biru Pengujian' Trump juga mengumumkan rencana baru untuk bagaimana pemerintahannya berencana untuk membantu pemerintah negara bagian dengan masalah virus coronavirus COVID-19 yang baru melalui publikasi "Tinjauan Pengujian" dan "Pengujian Cetak Biru" pada hari Senin.

Ketika pemerintah negara bagian mengeluarkan seruan untuk bantuan federal di tengah pandemi coronavirus yang baru, Trump mencatat bahwa pemerintahannya hanya akan bertindak sebagai pemasok upaya terakhir ketika berkaitan dengan masalah pengujian orang Amerika untuk COVID-19.

Namun, Asisten Sekretaris Laksamana Kesehatan AS Brett P Giroir mengatakan pengarahan bahwa, pemerintah federal akan dapat memasok setiap negara bagian dengan tes yang diperlukan di masa depan.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Bawa Permen Ganja dari...
Bawa Permen Ganja dari Thailand, Pebasket AS Ditangkap Polisi
Amerika Soroti Barang...
Amerika Soroti Barang Bajakan di Mangga Dua, Pramono: Itu Urusan Pemerintah Pusat
Bule Amerika Serikat...
Bule Amerika Serikat yang Ngamuk di Klinik Bali Akhirnya Dideportasi
Soal Kebijakan Tarif...
Soal Kebijakan Tarif AS, Aspaki Minta Pemerintah Berpihak pada Industri Dalam Negeri
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rekomendasi
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved