Holding BUMN Farmasi Siap Produksi Obat COVID-19
Minggu, 12 Juli 2020 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
"Holding BUMN Farmasi juga berkolaborasi untuk pengembangan vaksin, obat dan test diagnostik. Pihaknya bekerjasama dengan lembaga riset nasional perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Juga mencari potensi kerja sama dengan lembaga Riset di luar negeri," kata Honesti dalam keterangan resminya.
Bio Farma, ujar dia, telah memproduksi sendiri Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Sampai dengan bulan Juli 2020, Bio Farma sudah memproduksi sebanyak 140 ribu kit. 100 ribu pertama sudah didonasikan ke 45 laboratorium yang tersebar di Indonesia.
Bio Farma akan meningkatkan kapasitas produksi RT-PCR pada Triwulan IV 2020, untuk memenuhi permintaan pemerintah sebanyak 2 juta per bulan.
"Sementara kolaborasi dengan RSPAD dan Lembaga Eijkman fokus pada pemanfaatan plasma konvalesent untuk terapi kepada pasien Covid-19,” ujar dia.
Cara kerja dari plasma konvalesen ini adalah dengan memanfaatkan antibodi yang muncul secara alami dari tubuh pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Kemudian antibodi yang terkandung dalam plasma tersebut, diberikan kepada pasien Covid-19 lainnya yang termasuk kedalam kategori kritis atau pasien yang membutuhkan ventilantor.
Bio Farma, ujar dia, telah memproduksi sendiri Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Sampai dengan bulan Juli 2020, Bio Farma sudah memproduksi sebanyak 140 ribu kit. 100 ribu pertama sudah didonasikan ke 45 laboratorium yang tersebar di Indonesia.
Bio Farma akan meningkatkan kapasitas produksi RT-PCR pada Triwulan IV 2020, untuk memenuhi permintaan pemerintah sebanyak 2 juta per bulan.
"Sementara kolaborasi dengan RSPAD dan Lembaga Eijkman fokus pada pemanfaatan plasma konvalesent untuk terapi kepada pasien Covid-19,” ujar dia.
Cara kerja dari plasma konvalesen ini adalah dengan memanfaatkan antibodi yang muncul secara alami dari tubuh pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Kemudian antibodi yang terkandung dalam plasma tersebut, diberikan kepada pasien Covid-19 lainnya yang termasuk kedalam kategori kritis atau pasien yang membutuhkan ventilantor.
Lihat Juga :