5 Aksi Kekerasan di Sulsel Sepanjang Tahun 2022, Nomor 4 Paling Biadab
Kamis, 29 Desember 2022 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kapolda Sulsel, langkah ini akan memberi efek jera bagi para pelaku yang dinilai meresahkan masyarakat. "Busur ini sangat membahayakan hingga menimbulkan kematian, kita harapkan juga tokoh masyarakat, pemuda juga orang tua untuk memantau dan mengawasi anaknya," ujarnya.
"Terkait dengan pelaku pembusuran, kami akan melakukan langkah-langkah tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku lain dan pembusuran," kata Irjen Pol Nana Sudjana, Kamis (1/12/2022).
2. Kasus Kekerasan terhadap Anak
Nasib memilukan dialami bocah 12 tahun berinisial DP. Ia dilaporkan tewas di atas kapal KM Dharma Kencana, saat dalam perjalanan pelayaran dari Surabaya menuju pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia tewas usai dianiaya karena dituduh mencuri handphone (HP) milik salah seorang penumpang.
Orang tua korban yang tidak menerima anaknya dianiaya hingga tewas langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Pelabuhan Makassar.
"Motif sementara, korban dituduh mencuri tapi belum terbukti namun mendapatkan penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Iptu Prawira Wardany, Sabtu (25/6/2022).
Wardany mengungkapkan, pihak Polres Pelabuhan Makassar telah memeriksa enam saksi. Menurut informasi yang diterimanya, korban tersebut dituduh mencuri HP salah satu penumpang inisial R.
3. Kasus Kekerasan Bermotif Asmara
Nasib malang menimpa dua pemuda bernama Abd Aziz Kamaruddin (21) dan Muh Amar Siddiq (17) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya ditemukan tewas usai sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pohon diduga akibat saling kejar dengan Orang Tidak Dikenal (OTK).
Keduanya ditemukan tak bernyawa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (2/11/2022) malam. Hasil penyelidikan polisi, diketahui peristiwa nahas itu dipicu masalah asmara.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kedua korban diduga terlibat saling kejar dengan OTK memakai motor.
"Awalnya saksi melihat korban yang berboncengan dari arah jembatan Barombong menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Keduanya beriringan dan saling pepet dengan pengendara motor lain," kata Lando, Kamis (3/11/2022).
Tak lama, suara gemuruh pun terdengar. Suara itu rupanya dari roda dua korban yang jatuh. Keduanya pun ditemukan tergeletak tak bernyawa. "Ada luka tusuk di bagian punggung korban dan luka tancapan busur yang ditemukan di jaket korban," bebernya.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar membekuk pelaku penganiayaan hingga berujung kematian kedua korban.
Pelaku yang diamankan yakni Anasrullah (23) dan M Awal (19). Mereka ditangkap di Jalan Pattukangan, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulsel, tak cukup 1x24 jam.
Dari hasil pendalaman polisi, kedua pelaku mempunyai peran berbeda dalam peristiwa berdarah tersebut. Di mana pelaku pertama, yakni M Awal itu melakukan pembusuran terhadap korban hingga mengenai punggung korban.
Sedangkan, pelaku kedua yakni Anasrullah berperan menendang kendaraan roda dua korban mengakibatkan kedua korban menabrak pohon dan tembok hingga terjatuh dan tewas.
"Terkait dengan pelaku pembusuran, kami akan melakukan langkah-langkah tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku lain dan pembusuran," kata Irjen Pol Nana Sudjana, Kamis (1/12/2022).
2. Kasus Kekerasan terhadap Anak
Nasib memilukan dialami bocah 12 tahun berinisial DP. Ia dilaporkan tewas di atas kapal KM Dharma Kencana, saat dalam perjalanan pelayaran dari Surabaya menuju pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia tewas usai dianiaya karena dituduh mencuri handphone (HP) milik salah seorang penumpang.
Orang tua korban yang tidak menerima anaknya dianiaya hingga tewas langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Pelabuhan Makassar.
"Motif sementara, korban dituduh mencuri tapi belum terbukti namun mendapatkan penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Iptu Prawira Wardany, Sabtu (25/6/2022).
Wardany mengungkapkan, pihak Polres Pelabuhan Makassar telah memeriksa enam saksi. Menurut informasi yang diterimanya, korban tersebut dituduh mencuri HP salah satu penumpang inisial R.
3. Kasus Kekerasan Bermotif Asmara
Nasib malang menimpa dua pemuda bernama Abd Aziz Kamaruddin (21) dan Muh Amar Siddiq (17) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya ditemukan tewas usai sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pohon diduga akibat saling kejar dengan Orang Tidak Dikenal (OTK).
Keduanya ditemukan tak bernyawa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, pada Rabu (2/11/2022) malam. Hasil penyelidikan polisi, diketahui peristiwa nahas itu dipicu masalah asmara.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kedua korban diduga terlibat saling kejar dengan OTK memakai motor.
"Awalnya saksi melihat korban yang berboncengan dari arah jembatan Barombong menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Keduanya beriringan dan saling pepet dengan pengendara motor lain," kata Lando, Kamis (3/11/2022).
Tak lama, suara gemuruh pun terdengar. Suara itu rupanya dari roda dua korban yang jatuh. Keduanya pun ditemukan tergeletak tak bernyawa. "Ada luka tusuk di bagian punggung korban dan luka tancapan busur yang ditemukan di jaket korban," bebernya.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar membekuk pelaku penganiayaan hingga berujung kematian kedua korban.
Pelaku yang diamankan yakni Anasrullah (23) dan M Awal (19). Mereka ditangkap di Jalan Pattukangan, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulsel, tak cukup 1x24 jam.
Dari hasil pendalaman polisi, kedua pelaku mempunyai peran berbeda dalam peristiwa berdarah tersebut. Di mana pelaku pertama, yakni M Awal itu melakukan pembusuran terhadap korban hingga mengenai punggung korban.
Sedangkan, pelaku kedua yakni Anasrullah berperan menendang kendaraan roda dua korban mengakibatkan kedua korban menabrak pohon dan tembok hingga terjatuh dan tewas.
Lihat Juga :