Kabar Baik! Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Sulut Diprediksi Meningkat
Sabtu, 24 Desember 2022 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai indikator bulan Oktober 2022 dan hasil survei BI terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi, dan baja, serta ekspor jasa, seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung kebijakan pemerintah. "Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan tetap bisa ke atas dalam kisaran proyeksi BI pada 4,5-5,3 persen," ujar Andry
Di tingkat provinsi, berdasarkan indikator dini serta hasil survei BI, perbaikan perekonomian Sulut, diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2022, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,6-5,6 persen (yoy).
Baca juga: Tak Ada Lapas di Anambas, 9 Terpidana Terpaksa Dikirim ke Rutan Tanjungpinang
Kenaikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, sejalan dengan akselerasi vaksinasi dan kasus Covid-19 yang semakin melandai, menjadi faktor pendorong utama kinerja perekonomian Sulut, pada tahun 2021-2022, tercermin dari tumbuhnya lapangan usaha perdagangan, dan lapangan usaha transportasi.
"Dari sisi permintaan, kinerja perekonomian Sulut, didukung oleh menguatnya kinerja konsumsi rumah tangga, dan ekspor khususnya komoditas minyak nabati sejalan dengan kenaikan harga komoditas di tengah permintaan dari negara mitra yang tetap terjaga," tutur Andry.
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi, dan baja, serta ekspor jasa, seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung kebijakan pemerintah. "Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan tetap bisa ke atas dalam kisaran proyeksi BI pada 4,5-5,3 persen," ujar Andry
Di tingkat provinsi, berdasarkan indikator dini serta hasil survei BI, perbaikan perekonomian Sulut, diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2022, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,6-5,6 persen (yoy).
Baca juga: Tak Ada Lapas di Anambas, 9 Terpidana Terpaksa Dikirim ke Rutan Tanjungpinang
Kenaikan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, sejalan dengan akselerasi vaksinasi dan kasus Covid-19 yang semakin melandai, menjadi faktor pendorong utama kinerja perekonomian Sulut, pada tahun 2021-2022, tercermin dari tumbuhnya lapangan usaha perdagangan, dan lapangan usaha transportasi.
"Dari sisi permintaan, kinerja perekonomian Sulut, didukung oleh menguatnya kinerja konsumsi rumah tangga, dan ekspor khususnya komoditas minyak nabati sejalan dengan kenaikan harga komoditas di tengah permintaan dari negara mitra yang tetap terjaga," tutur Andry.
Lihat Juga :