Ketimpangan IMD di Indonesia Tinggi, Menkominfo: Program Pemerataan Diperlukan
Rabu, 21 Desember 2022 - 00:03 WIB
loading...
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan, ketimpangan Indeks Masyarakat Digital (IMD) antarwilayah di Indonesia saat ini masih tinggi. Foto Antara
A
A
A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo ) Johnny G. Plate mengungkapkan, ketimpangan Indeks Masyarakat Digital (IMD) antarwilayah di Indonesia saat ini masih tinggi. Karena itu, menurut Menkominfo, diperlukan penyeimbangan melalui berbagai program agar lebih merata.
"Indeks Masyarakat Digital Indonesia itu disparitasnya tinggi. Sangat tinggi antarwilayah satu dengan wilayah yang lain, sehingga tantangannya adalah bagaimana untuk lebih menyeimbangkan agar Indeks Masyarakat Digital itu lebih merata di Indonesia," kata Menteri Kominfo Johnny, Selasa (20/12/2022). Baca juga: Dukung Energi Hijau, Eigerindo MPI Gandeng UMKM Resmikan Motor Listrik Eiger
Indeks Masyarakat Digital sendiri merupakan tindak lanjut dari hasil capaian pada forum G20. Tujuannya, untuk mengukur dan mengidentifikasi kondisi masyarakat digital di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.Indeks Masyarakat Digital terdiri dari empat pilar penyusun yaitu infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.
Johnny G Plate menjelaskan bahwa di tahun pertama pengukurannya yakni pada 2022, Indeks Masyarakat Digital berada di angka 37,8 dari skala 1-100. Sehingga menurut dia, Indonesia masih perlu melakukan perbaikan di berbagai aspek terkait masyarakat digital.
Ketua Badan Litbang SDM Kominfo Hari Budiarto menambahkan bahwa pilar infrastruktur dan ekosistem mendapatkan skor 40,24, pilar keterampilan digital 49,35, pilar pemberdayaan 22,06, sedangkan pilar digital 40,35. Baca juga: Dugaan Korupsi BTS Kominfo, ICW Desak Kejagung Periksa Johnny Plate
Adapun IMD Indonesia (IMDI) terbesar diraih oleh Kota Denpasar dengan skor 54,70. Untuk pilar infrastruktur dan ekosistem, kota tersebut meraih skor 49,97, sedangkan pilar keterampilan digital 78,93, pilar pemberdayaan 35,17, dan pilar pekerjaan 54,10.
"Indeks Masyarakat Digital Indonesia itu disparitasnya tinggi. Sangat tinggi antarwilayah satu dengan wilayah yang lain, sehingga tantangannya adalah bagaimana untuk lebih menyeimbangkan agar Indeks Masyarakat Digital itu lebih merata di Indonesia," kata Menteri Kominfo Johnny, Selasa (20/12/2022). Baca juga: Dukung Energi Hijau, Eigerindo MPI Gandeng UMKM Resmikan Motor Listrik Eiger
Indeks Masyarakat Digital sendiri merupakan tindak lanjut dari hasil capaian pada forum G20. Tujuannya, untuk mengukur dan mengidentifikasi kondisi masyarakat digital di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.Indeks Masyarakat Digital terdiri dari empat pilar penyusun yaitu infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.
Johnny G Plate menjelaskan bahwa di tahun pertama pengukurannya yakni pada 2022, Indeks Masyarakat Digital berada di angka 37,8 dari skala 1-100. Sehingga menurut dia, Indonesia masih perlu melakukan perbaikan di berbagai aspek terkait masyarakat digital.
Ketua Badan Litbang SDM Kominfo Hari Budiarto menambahkan bahwa pilar infrastruktur dan ekosistem mendapatkan skor 40,24, pilar keterampilan digital 49,35, pilar pemberdayaan 22,06, sedangkan pilar digital 40,35. Baca juga: Dugaan Korupsi BTS Kominfo, ICW Desak Kejagung Periksa Johnny Plate
Adapun IMD Indonesia (IMDI) terbesar diraih oleh Kota Denpasar dengan skor 54,70. Untuk pilar infrastruktur dan ekosistem, kota tersebut meraih skor 49,97, sedangkan pilar keterampilan digital 78,93, pilar pemberdayaan 35,17, dan pilar pekerjaan 54,10.
Lihat Juga :