Separuh Warganya Pilih Jadi TKI, Banyak Lahan di Desa Bojen Terbengkalai
Jum'at, 16 Desember 2022 - 08:32 WIB
loading...
Menurut Badrudin, Kepala Desa Bojen lebih dari 50 persen warganya bekerja di luar negeri, sebagai TKI. iNews TV/Iskandar
A
A
A
PANDEGLANG - Separuh warga memilih jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, banyak lahan di Desa Bojen terbengkalai .
Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten dikenal sebagai wilayah lumbung padi Pandeglang, Banten. Namun, hamparan tanah di desa belum tergarap karena para pemudanya lebih memilih untuk bekerja keluar negeri menjadi TKI.
Lebih dari 50 persen warga desanya mencari pekerjaan di Taiwan, Singapore hingga ke Arab Saudi. Umumnya warga asal desa ini bekerja sebagai asisten rumah tangga dan buruh kasar.
Mereka memilih bekerja keluar negeri karena ingin mendapatkan penghasilan lebih, meski penuh risiko karena kebanyakan penyalur tenaga kerja di sini tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Badrudin, Kepala Desa Bojen lebih dari 50 persen warganya bekerja di luar negeri, sebagai TKI. Meski di desa mereka memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun warga lebih memilih untuk bekerja menjadi buruh dan asisten rumah tangga di luar negeri.
Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten dikenal sebagai wilayah lumbung padi Pandeglang, Banten. Namun, hamparan tanah di desa belum tergarap karena para pemudanya lebih memilih untuk bekerja keluar negeri menjadi TKI.
Lebih dari 50 persen warga desanya mencari pekerjaan di Taiwan, Singapore hingga ke Arab Saudi. Umumnya warga asal desa ini bekerja sebagai asisten rumah tangga dan buruh kasar.
Mereka memilih bekerja keluar negeri karena ingin mendapatkan penghasilan lebih, meski penuh risiko karena kebanyakan penyalur tenaga kerja di sini tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Badrudin, Kepala Desa Bojen lebih dari 50 persen warganya bekerja di luar negeri, sebagai TKI. Meski di desa mereka memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun warga lebih memilih untuk bekerja menjadi buruh dan asisten rumah tangga di luar negeri.
Lihat Juga :