Puluhan Warga Sulut Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja
Senin, 12 Desember 2022 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut mantan Kapolda NTT itu, para korban TPPO itu akan diinventarisir dan kemudian akan dipulangkan ke Sulawesi Utara bekerja sama dengan instansi terkait
"Polda Sulut telah memberangkatkan Dirreskrimum beserta penyidik ke Kamboja. Ini sesuai dengan perintah Kadiv Hubinter Polri untuk berkoordinasi dengan NCB, terkait dengan adanya temuan warga Sulut yang berada di Kamboja, yang diindikasikan sebagai korban TPPO," katanya.
Baca juga: Sadis! Sopir Angkot Aniaya Istri Tetangga hingga Luka Parah
Terkait hal tersebut, mantan Direktur Penyidikan KPK RI ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Utara, agar berhati-hati dan teliti dengan tawaran kerja di luar negeri.
"Saya mengimbau agar jangan mudah terpengaruh dengan tawaran pekerjaan, khususnya di luar negeri, dengan iming-iming gaji besar maupun fasilitas, tanpa melalui prosedur, tanpa melalui persyaratan dari Kementerian Tenaga Kerja yang sudah ditetapkan. Pikirkan bahwa resikonya lebih besar kalau terjadi sesuatu dan lain hal, tentu akan susah," pungkasnya.
"Polda Sulut telah memberangkatkan Dirreskrimum beserta penyidik ke Kamboja. Ini sesuai dengan perintah Kadiv Hubinter Polri untuk berkoordinasi dengan NCB, terkait dengan adanya temuan warga Sulut yang berada di Kamboja, yang diindikasikan sebagai korban TPPO," katanya.
Baca juga: Sadis! Sopir Angkot Aniaya Istri Tetangga hingga Luka Parah
Terkait hal tersebut, mantan Direktur Penyidikan KPK RI ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Utara, agar berhati-hati dan teliti dengan tawaran kerja di luar negeri.
"Saya mengimbau agar jangan mudah terpengaruh dengan tawaran pekerjaan, khususnya di luar negeri, dengan iming-iming gaji besar maupun fasilitas, tanpa melalui prosedur, tanpa melalui persyaratan dari Kementerian Tenaga Kerja yang sudah ditetapkan. Pikirkan bahwa resikonya lebih besar kalau terjadi sesuatu dan lain hal, tentu akan susah," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :