Masyarakat Papua Harap Tidak Ada Lagi Korupsi di Era Otsus Jilid Dua
Senin, 12 Desember 2022 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Rampok Sekap Wali Kota Blitar, Polda Jatim Turun Tangan Bantu Polres Blitar Kota.
Efradus mengaku belum secara nyata merasakan manfaat dana Otsus selama dua puluh tahun terakhir. Ia justru menanyakan di mana peran dana Otsus bagi mereka yang tinggal di daerah transmigran Keerom.
‘’Di daerah transmigrasi ini, masyarakat dari Sabang sampai Merauke ada di dalam situ. Kami hidup dari (hasil mengolah) kepala sawit. Semua kebutuhan hidup, bangun rumah, biaya sekolah anak, dari hasil jual kelapa sawit. Otsus nya dimana?,’’ tanya Efradus yang juga adalah Ketua Kelompok Tani Kelapa Sawit di Arso VI ini.
Efradus juga mempertanyakan kekhususan orang Papua asli yang menjadi sasaran dari kebijakan Otsus Papua. Hal itu mengingat semua bantuan yang datang dari Pemkab Keerom atau dari Pemprov Papua berlaku sama bagi semua warga di tempat transmigrasi.
“Otsus yang kami tahu dan kami dengar diberikan pemerintah untuk Papua, terutama kami orang pribumi atau orang asli Papua. Jika ada bantuan-bantuan dari pemerintah kami (di daerah transmigran) sama-sama terima, tidak ada perbedaan, tidak ada kekhususan. Sehingga saya mempertanyakan, di mana Otsusnya kalau semua sama rata dapat. Jadi itu penting sekali, supaya ini pembagian yang ada di desa itu harus jelas, ini untuk orang asli Papua dan ini untuk umum. Kalau tidak ada kejelasan maka nanti kami orang Papua ini setiap saat nanti bicara-bicara,” pinta Efradus.
Efradus mengaku belum secara nyata merasakan manfaat dana Otsus selama dua puluh tahun terakhir. Ia justru menanyakan di mana peran dana Otsus bagi mereka yang tinggal di daerah transmigran Keerom.
‘’Di daerah transmigrasi ini, masyarakat dari Sabang sampai Merauke ada di dalam situ. Kami hidup dari (hasil mengolah) kepala sawit. Semua kebutuhan hidup, bangun rumah, biaya sekolah anak, dari hasil jual kelapa sawit. Otsus nya dimana?,’’ tanya Efradus yang juga adalah Ketua Kelompok Tani Kelapa Sawit di Arso VI ini.
Efradus juga mempertanyakan kekhususan orang Papua asli yang menjadi sasaran dari kebijakan Otsus Papua. Hal itu mengingat semua bantuan yang datang dari Pemkab Keerom atau dari Pemprov Papua berlaku sama bagi semua warga di tempat transmigrasi.
“Otsus yang kami tahu dan kami dengar diberikan pemerintah untuk Papua, terutama kami orang pribumi atau orang asli Papua. Jika ada bantuan-bantuan dari pemerintah kami (di daerah transmigran) sama-sama terima, tidak ada perbedaan, tidak ada kekhususan. Sehingga saya mempertanyakan, di mana Otsusnya kalau semua sama rata dapat. Jadi itu penting sekali, supaya ini pembagian yang ada di desa itu harus jelas, ini untuk orang asli Papua dan ini untuk umum. Kalau tidak ada kejelasan maka nanti kami orang Papua ini setiap saat nanti bicara-bicara,” pinta Efradus.
(nag)
Lihat Juga :