Kelompok Teroris Bajak Dalil Agama untuk Legitimasi Aksi, Moderasi Agama Perlu Diperkuat
Minggu, 11 Desember 2022 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Dosen FISIP Undip M Adnan, menyebut moderasi beragama ini adalah sikap proporsional antara hak kemanusiaan dan hak ketuhanan.
“Contohnya, misal mahasiswa ada kewajiban belajar. Tidak boleh semalam suntuk salat tahajud, apalagi main kartu, lalu besoknya (jadi) alasan tidak berangkat (sekolah/kampus),” paparnya.
Moderasi ini tentunya proporsional dan seimbang dalam menjaga hak pribadi dan hak orang lain. Dia mencontohkan pada masa kenabian (Nabi Muhammad SAW), ada pertentangan di Madinah dari Nasrani, Nabi yang mendamaikan.
“Banyak contoh-contoh istimewa yang indah, pergaulan (Nabi) dengan non-Muslim di zaman kenabian,” kata Adnan yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Menyoroti aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar yang dilakukan oleh mantan narapidana terorisme (napiter), dia menekankan perlunya dibuka komunikasi.
“Mereka (eks napiter) itu perlu dirangkul, diajak dialog,” tandasnya.
“Contohnya, misal mahasiswa ada kewajiban belajar. Tidak boleh semalam suntuk salat tahajud, apalagi main kartu, lalu besoknya (jadi) alasan tidak berangkat (sekolah/kampus),” paparnya.
Moderasi ini tentunya proporsional dan seimbang dalam menjaga hak pribadi dan hak orang lain. Dia mencontohkan pada masa kenabian (Nabi Muhammad SAW), ada pertentangan di Madinah dari Nasrani, Nabi yang mendamaikan.
“Banyak contoh-contoh istimewa yang indah, pergaulan (Nabi) dengan non-Muslim di zaman kenabian,” kata Adnan yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Menyoroti aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar yang dilakukan oleh mantan narapidana terorisme (napiter), dia menekankan perlunya dibuka komunikasi.
“Mereka (eks napiter) itu perlu dirangkul, diajak dialog,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :