BNPT Ajak Masyarakat Manggarai Barat Perkuat Komunikasi dan Deteksi Dini
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:57 WIB
loading...
BNPT menggelar dialog kebangsaan dengan generasi muda di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (27/8/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar dialog kebangsaan dengan generasi muda di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (27/8/2025). Dialog ini dilaksanakan untuk meningkatkan toleransi dan moderasi beragama.
Kegiatan ini dihadiri lebih kurang 120 peserta dari pengurus dan anggota organisasi pemuda dan masyarakat di Manggarai Barat. Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto menjelaskan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca juga: Sah Dilantik Prabowo, Komjen Pol Eddy Hartono Kembali Jabat Kepala BNPT
“Kalau di Surabaya dulu saya menyebutnya cangkrukan. Setiap minggu kami berdialog dengan Forkopimda dan masyarakat agar komunikasi tidak lemah. Forum seperti ini bermanfaat sebagai wahana untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap mantan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Surabaya ini.
Menurutnya, meski Manggarai Barat relatif kondusif, dialog kebangsaan tetap diperlukan agar bibit-bibit masalah seperti intoleransi dan radikalisme bisa diantisipasi sejak dini. “Kalau dibiarkan tumbuh, intoleransi bisa berkembang menjadi radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme. Karena itu, sebelum membesar, harus kita hilangkan sejak awal,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri lebih kurang 120 peserta dari pengurus dan anggota organisasi pemuda dan masyarakat di Manggarai Barat. Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto menjelaskan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca juga: Sah Dilantik Prabowo, Komjen Pol Eddy Hartono Kembali Jabat Kepala BNPT
“Kalau di Surabaya dulu saya menyebutnya cangkrukan. Setiap minggu kami berdialog dengan Forkopimda dan masyarakat agar komunikasi tidak lemah. Forum seperti ini bermanfaat sebagai wahana untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ungkap mantan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Surabaya ini.
Menurutnya, meski Manggarai Barat relatif kondusif, dialog kebangsaan tetap diperlukan agar bibit-bibit masalah seperti intoleransi dan radikalisme bisa diantisipasi sejak dini. “Kalau dibiarkan tumbuh, intoleransi bisa berkembang menjadi radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme. Karena itu, sebelum membesar, harus kita hilangkan sejak awal,” tegasnya.
Lihat Juga :