Cegah COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Diminta Tegas Batasi 50% Pengunjung Pasar
Jum'at, 10 Juli 2020 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Saat mengunjungi pasar, William hanya mendapati sekitar sepuluh ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan. "ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal. Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes," ungkapnya.
Meski demikian William memuji langkah Pemprov DKI yang membekali setiap ASN yang bertugas dengan swab test dan perlengkapan masker serta face shield. Selanjutnya tes swab test ini harus terus dilakukan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.
"Kita harus bersama-sama memutus rantai persebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang," ungkapnya.
Dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta, dari sebelumnya 100-an kasus perhari menjadi 200-300 kasus per hari. “Kemarin Jakarta mencatat rekor penambahan 357 kasus per hari, kalau tidak ada langkah nyata pemutusan penyebaran di pasar tradisional, saya khawatir peningkatan akan terus terjadi," pungkasnya.
Meski demikian William memuji langkah Pemprov DKI yang membekali setiap ASN yang bertugas dengan swab test dan perlengkapan masker serta face shield. Selanjutnya tes swab test ini harus terus dilakukan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.
"Kita harus bersama-sama memutus rantai persebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang," ungkapnya.
Dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta, dari sebelumnya 100-an kasus perhari menjadi 200-300 kasus per hari. “Kemarin Jakarta mencatat rekor penambahan 357 kasus per hari, kalau tidak ada langkah nyata pemutusan penyebaran di pasar tradisional, saya khawatir peningkatan akan terus terjadi," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :