Pengakuan Pujianto, Mantan Narapidana Teroris Ahli Merakit Senjata Api
Jum'at, 09 Desember 2022 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca: 8% Napi Terorisme Tolak Ikut Deradikalisasi, BNPT Perketat Pengawasan
"Kalau saya bisa kembali itu, karena saya ingin belajar. Apakah ternyata yang saya lakukan benar, itu perlu proses yang sangat panjang. Saya bertemu banyak ulama dan sangat panjang sekali. Akhirnya ternyata kalau toh seperti ini saya merasa baik-baik saja, kenapa tidak," tuturnya.
Dirinya mengaku sempat dimusuhi dan dicap kafir oleh sesama teroris yang masih berkomunikasi saat ia keluar dari lapas. Namun karena dirinya bertekad bulat untuk belajar pemahaman yang benar, hal itu tak dihiraukannya.
"Pasti, mereka pasti akan mengkafirkan, memurtadkan orang-orang seperti kami yang sudah kembali ke NKRI. Konsekuensinya tidak main-main," jelasnya.
Baca: Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal
Bahkan ancaman dibunuh pernah diterimanya saat ia bebas dari lapas dan diminta kembali masuk ke jaringan teroris. Namun, sekali lagi Pujianto tetap kukuh pada prinsipnya untuk memahami konsep deradikalisasi.
"Kita tawakal kepada Allah saja, kalau mati sekarang ya sudah takdirnya. Minta penjagaan juga nggak mungkin. Tawakkal kepada Allah saja. Kalau saya mati saat ini, ya memang mati takdirnya," paparnya.
"Kalau saya bisa kembali itu, karena saya ingin belajar. Apakah ternyata yang saya lakukan benar, itu perlu proses yang sangat panjang. Saya bertemu banyak ulama dan sangat panjang sekali. Akhirnya ternyata kalau toh seperti ini saya merasa baik-baik saja, kenapa tidak," tuturnya.
Dirinya mengaku sempat dimusuhi dan dicap kafir oleh sesama teroris yang masih berkomunikasi saat ia keluar dari lapas. Namun karena dirinya bertekad bulat untuk belajar pemahaman yang benar, hal itu tak dihiraukannya.
"Pasti, mereka pasti akan mengkafirkan, memurtadkan orang-orang seperti kami yang sudah kembali ke NKRI. Konsekuensinya tidak main-main," jelasnya.
Baca: Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal
Bahkan ancaman dibunuh pernah diterimanya saat ia bebas dari lapas dan diminta kembali masuk ke jaringan teroris. Namun, sekali lagi Pujianto tetap kukuh pada prinsipnya untuk memahami konsep deradikalisasi.
"Kita tawakal kepada Allah saja, kalau mati sekarang ya sudah takdirnya. Minta penjagaan juga nggak mungkin. Tawakkal kepada Allah saja. Kalau saya mati saat ini, ya memang mati takdirnya," paparnya.
Lihat Juga :