Diduga Dimangsa Harimau Sumatera, Sapi Milik Warga Pelalawan Tewas di Kebun Sawit

Kamis, 08 Desember 2022 - 19:56 WIB
loading...
Diduga Dimangsa Harimau Sumatera, Sapi Milik Warga Pelalawan Tewas di Kebun Sawit
Seekor sapi milik warga Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, diduga dimangsa harimau Sumatera. Foto/MPI/Banda Haruddin Tanjung 
A A A
PELALAWAN - Warga Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, digemparkan dengan kematian seekor sapi di kebun sawit. Sapi tersebut, diduga tewas usai dimangsa Harimau Sumatera.

Baca juga: Harimau Sumatera Putri Singgulung Dilepasliarkan Lewat Helikopter

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan keberadaan Harimau Sumatera tersebut. Sapi milik warga itu, ditemukan sudah tidak utuh. Sebelum ditemukan mati, sapi itu ditambatkan di kebun sawit milik PT Serikat Putra.



Kepala Bidang BBKSDA Riau Wilayah I, Andri Hansen Siregar mengatakan, setelah mendapatkan laporan masyarakat terkait dugaan munculnya Harimau Sumatera, langsung dikerahkan petugas ke lokasi.

Baca juga: Asyik Berduaan Tanpa Baju di Balik Selimut, Pasangan Mesum Ini Panik Digerebek Petugas di Siang Bolong

"Kita sudah menurunkan tim ke lokasi, didampingi oleh Kades Lubuk Raja, dan Bhabinkamtibmas setempat. Tim melaporkan, bahwa memang benar telah terjadi kematian seekor ternak sapi milik warga, yang diduga dimangsa Harimau Sumatera," kata Andri Hansen.

Dia menjelaskan, sapi milik warga tersebut diduga mati dimangsa Harimau Sumatera, karena ditemukan adanya jejak Harimau Sumatera di sekitar bangkai sapi. "Dari keterangan yang kami dapat, bahwa sapi tersebut digembalakan dengan menambatkannya di areal kebun sawit PT Serikat Putra," ujarnya.

Baca juga: Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Mohni Jabat Pelaksana Tugas

Untuk itu dia mengimbau kepada perusahaan sawit itu, agar memasang papan informasi terkait keberadaan satwa liar Harimau Sumatera. Di samping itu, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak mengembalakan pada lokasi kebun di luar jangkauan pengawasan pemiliknya.

"Kita meminta kepada pihak perusahaan untuk lebih intensif memberikan peringatan kepada pekerja lapangan, untuk selalu waspada dalam bekerja, dan saat bekerja harus ada teman yg mendampingi. Pihak perusahan diupayakan juga untuk memasang kamera jebak di sekitar lokasi kejadian, untuk memastikan keberadaan Harimau Sumatera," pinta Andri.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1647 seconds (10.177#12.26)