Positif Corona, Pria Ini Nekat Ajak Anak Istri Pulang ke Madura Naik Motor
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
"Akhirnya kita mengalah dan memilih mengawal satu keluarga yang mengendarai kendaraan bermotor dengan surat pernyataan tidak mau dirawat di Bantul," ulasnya.(Baca juga : Waduh, Tenaga Kesehatan Ini Tularkan Corona ke Suami dan Anaknya )
Sekitar pukul 16.00 WIB satu keluarga yang terdiri empat jiwa pun meninggalkan rumah karantina dan dipantau tim Satgas Kecamatan sampai di Prambanan, Sleman. "Kami mengawal dari jauh agar mereka tidak curiga kalau dipantau. Setelah lepas Prambanan kemudian tim balik kanan," imbuhnya.
Sementara dari data Tim Satgas Penanganan COVID-19 Pemda DIY diketahui hari ini ada penambahan delapan kasus COVID-19. Penambahan kasus terssbut semua berasal dari Bantul.
Juru bicara Pemda DIY Untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih mengatakan, dari delapan kasus tiga di antaranya dari rapid diagnostic test di pasar tradisional. Selain itu satu lagi warga dengan riwayat dari Surabaya meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta.
"Kasus meninggal dunia ini laki-laki, 52 tahun. Awalnya masuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP) dan masuk rumah sakit pada 2 Juli dengan kormodit hipertensi dan meninggal pada 8 Juli 2020," jelasnya.(Baca juga : Kader Senior Ancam Mundur Jika Golkar Nekat Dukung RUU HIP )
Sekitar pukul 16.00 WIB satu keluarga yang terdiri empat jiwa pun meninggalkan rumah karantina dan dipantau tim Satgas Kecamatan sampai di Prambanan, Sleman. "Kami mengawal dari jauh agar mereka tidak curiga kalau dipantau. Setelah lepas Prambanan kemudian tim balik kanan," imbuhnya.
Sementara dari data Tim Satgas Penanganan COVID-19 Pemda DIY diketahui hari ini ada penambahan delapan kasus COVID-19. Penambahan kasus terssbut semua berasal dari Bantul.
Juru bicara Pemda DIY Untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih mengatakan, dari delapan kasus tiga di antaranya dari rapid diagnostic test di pasar tradisional. Selain itu satu lagi warga dengan riwayat dari Surabaya meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta.
"Kasus meninggal dunia ini laki-laki, 52 tahun. Awalnya masuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP) dan masuk rumah sakit pada 2 Juli dengan kormodit hipertensi dan meninggal pada 8 Juli 2020," jelasnya.(Baca juga : Kader Senior Ancam Mundur Jika Golkar Nekat Dukung RUU HIP )
(nun)
Lihat Juga :