Dorong Peningkatan Ekspor Jatim, Khofifah Gelar Misi Dagang di Riyadh Arab Saudi
Selasa, 29 November 2022 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Ia optimistis misi dagang Jatim di Riyadh ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jatim. Sebab pertumbuhan ekonomi Jatim terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. "Dan iklim usaha di Jatim yang kondusif mendorong investasi terus tumbuh di Jatim. Pertumbuhan investasi di Jatim yang hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan investasi secara nasional pada semester I tahun 2022. Yakni 69,2 persen sedangkan nasional 35,5 persen," tandasnya.
Di Jatim saat ini juga telah ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada KEK JIIPE di Gresik, KEK bidang IT di Malang, dan juga Kawasan Industri Halal di Sidoarjo. "Saya berharap dengan potensi kuat Jatim bisa meyakinkan pelaku usaha di Arab Saudi untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Jatim," terangnya.
Khofifah mengaku memiliki alasan tersendiri memilih Arab Saudi sebagai negara pertama tujuan Misi Dagang. Saat ini Saudi Arabia tercatat sebagai negara kedua terbesar tujuan utama Ekspor Jatim ke wilayah Timur Tengah setelah Uni Emirat Arab.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekspor produk Jatim ke Arab Saudi periode Januari-Juli 2022 mencapai USD97,98 Juta. Sedangkan nilai impor Arab Saudi ke Jatim dalam periode yang sama mencapai USD49,41 Juta. Sehingga surplus perdagangan Jatim ke Arab Saudi mencapai USD48,58 Juta.
Ada berbagai macam komoditas yang ekspor Jatim ke Arab Saudi. Antara lain, olahan Ikan Sarden, Cengkeh, Arang Kayu, Kopi Robusta bahkan MSG. Untuk olahan sarden saja kontribusinya mencapai 35,65% dari total ekspor ke Arab Saudi. "Tiga tujuan utamanya ekspor Jatim ke Arab Saudi adalah Jeddah, Dammam dan Riyadh," ujar Khofifah.
Sementara, Jatim juga tercatat masih bergantung impor dari Arab Saudi untuk beberapa item yaitu Polyproylene, Metanol, Polimer etilen, Kurma, Kulit domba, kain nonwoven, kasa, cat dari bahan akrilik atau vinyl hingga malam artifisial.
Di Jatim saat ini juga telah ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada KEK JIIPE di Gresik, KEK bidang IT di Malang, dan juga Kawasan Industri Halal di Sidoarjo. "Saya berharap dengan potensi kuat Jatim bisa meyakinkan pelaku usaha di Arab Saudi untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Jatim," terangnya.
Khofifah mengaku memiliki alasan tersendiri memilih Arab Saudi sebagai negara pertama tujuan Misi Dagang. Saat ini Saudi Arabia tercatat sebagai negara kedua terbesar tujuan utama Ekspor Jatim ke wilayah Timur Tengah setelah Uni Emirat Arab.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekspor produk Jatim ke Arab Saudi periode Januari-Juli 2022 mencapai USD97,98 Juta. Sedangkan nilai impor Arab Saudi ke Jatim dalam periode yang sama mencapai USD49,41 Juta. Sehingga surplus perdagangan Jatim ke Arab Saudi mencapai USD48,58 Juta.
Ada berbagai macam komoditas yang ekspor Jatim ke Arab Saudi. Antara lain, olahan Ikan Sarden, Cengkeh, Arang Kayu, Kopi Robusta bahkan MSG. Untuk olahan sarden saja kontribusinya mencapai 35,65% dari total ekspor ke Arab Saudi. "Tiga tujuan utamanya ekspor Jatim ke Arab Saudi adalah Jeddah, Dammam dan Riyadh," ujar Khofifah.
Sementara, Jatim juga tercatat masih bergantung impor dari Arab Saudi untuk beberapa item yaitu Polyproylene, Metanol, Polimer etilen, Kurma, Kulit domba, kain nonwoven, kasa, cat dari bahan akrilik atau vinyl hingga malam artifisial.
Lihat Juga :