Wilianto Tanta Kukuhkan Johny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulawesi Utara
Minggu, 27 November 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kita dari muda sudah mencari uang, seperti saya cari terus cari. Jadi sebenarnya orang yang sudah mampu kalau bisa, sumbanglah kembali kepada masyarakat untuk meringankan beban mereka," imbuhnya.
Selain itu, Johny juga menuturkan tentang upaya PSMTI saat peristiwa gempa bumi yang terjadi di Cianjur. Tercatat, sumbangan yang diberikan hampir mencapai Rp 1 Miliar.
"Sumbangan mereka dari PSMTI di daerah lain sudah mencapai hampir Rp 1 Miliar, hal ini yang sangat hebat dan ini juga fungsi PSMTI," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketum PSMTI Wilianto Tanta mengaku tidak rugi menunjuk Dr Johnny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulut.
"Jujur saya katakan, pak Johnny ini ada 6 orang yang menghubungi saya dan merekomendasikan untuk beliau jadi Ketum di Sulut," papar Wilianto Tanta.
Bahkan, Wilianto mengaku sudah sempat menunjuk orang lain untuk memimpin PSMTI Sulut. Namun hal tersebut langsung dibatalkan, karena banyaknya rekomendasi dari para tokoh di Sulut untuk menunjuk Dr Johnny Lieke menjadi Ketum.
Dalam sambutannya, Wilianto bercerita peristiwa masa lalu saat bagaimana perjuangan para pendahulu hingga mendirikan organisasi ini.
Pada kerusuhan 5 Mei di Jakarta, orang tua pendiri PSMTI mengambil inisiatif untuk ikut membaur dan bersama masyarakat setempat, karena di kala itu banyak yang sangat membutuhkan uluran tangan bantuan.
Selain itu, Johny juga menuturkan tentang upaya PSMTI saat peristiwa gempa bumi yang terjadi di Cianjur. Tercatat, sumbangan yang diberikan hampir mencapai Rp 1 Miliar.
"Sumbangan mereka dari PSMTI di daerah lain sudah mencapai hampir Rp 1 Miliar, hal ini yang sangat hebat dan ini juga fungsi PSMTI," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketum PSMTI Wilianto Tanta mengaku tidak rugi menunjuk Dr Johnny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulut.
"Jujur saya katakan, pak Johnny ini ada 6 orang yang menghubungi saya dan merekomendasikan untuk beliau jadi Ketum di Sulut," papar Wilianto Tanta.
Bahkan, Wilianto mengaku sudah sempat menunjuk orang lain untuk memimpin PSMTI Sulut. Namun hal tersebut langsung dibatalkan, karena banyaknya rekomendasi dari para tokoh di Sulut untuk menunjuk Dr Johnny Lieke menjadi Ketum.
Dalam sambutannya, Wilianto bercerita peristiwa masa lalu saat bagaimana perjuangan para pendahulu hingga mendirikan organisasi ini.
Pada kerusuhan 5 Mei di Jakarta, orang tua pendiri PSMTI mengambil inisiatif untuk ikut membaur dan bersama masyarakat setempat, karena di kala itu banyak yang sangat membutuhkan uluran tangan bantuan.
Lihat Juga :