Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres Masih Misterius, Berikut 4 Spekulasi yang Berkembang
Minggu, 20 November 2022 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
4. Korban Penganut Apokaliptik?
Kematian satu keluarga di Kalideres ini memang misterius sehingga memunculkan banyak spekulasi. Bahkan Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menduga keluarga tersebut mengikuti aliran, khusus seperti apokaliptik. Hal ini menyangkut beberapa temuan polisi yang melihat tidak adanya makanan atau minuman di rumah keluarga tersebut. Bahkan isi kulkasnya kosong.
Baca juga: Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Fakta Baru: Suka Baca Novel Horor hingga Percintaan
"Mungkin keempatnya adalah penganut keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati. Tindakan melaparkan diri adalah bagian untuk mencapai kesempurnaan hidup," ujar Adrianus.
Temuan kasus seperti ini terbilang jarang di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan temuan baru. Jika teori tersebut benar, maka temuan kasus ini tidak aneh.
Terkait hal ini, Polda Metro Jaya mendalami temuan sejumlah buku di rumah korban, yang salah satunya diduga berisi ajaran agama. Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya menggandeng ahli untuk memastikan buku yang ditemukan tersebut apakah berhubungan dengan ajaran agama atau tidak.
Warga hingga pengurus RT setempat memang mengakui jika keluarga tersebut jarang terlihat dan jarang berkomunikasi. Sehingga, warga tidak bisa menduga kapan dan bagaimana keadaan keluarga tersebut terakhir kali.
Kematian satu keluarga di Kalideres ini memang misterius sehingga memunculkan banyak spekulasi. Bahkan Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menduga keluarga tersebut mengikuti aliran, khusus seperti apokaliptik. Hal ini menyangkut beberapa temuan polisi yang melihat tidak adanya makanan atau minuman di rumah keluarga tersebut. Bahkan isi kulkasnya kosong.
Baca juga: Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Fakta Baru: Suka Baca Novel Horor hingga Percintaan
"Mungkin keempatnya adalah penganut keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati. Tindakan melaparkan diri adalah bagian untuk mencapai kesempurnaan hidup," ujar Adrianus.
Temuan kasus seperti ini terbilang jarang di Indonesia. Bahkan, bisa dikatakan temuan baru. Jika teori tersebut benar, maka temuan kasus ini tidak aneh.
Terkait hal ini, Polda Metro Jaya mendalami temuan sejumlah buku di rumah korban, yang salah satunya diduga berisi ajaran agama. Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya menggandeng ahli untuk memastikan buku yang ditemukan tersebut apakah berhubungan dengan ajaran agama atau tidak.
Warga hingga pengurus RT setempat memang mengakui jika keluarga tersebut jarang terlihat dan jarang berkomunikasi. Sehingga, warga tidak bisa menduga kapan dan bagaimana keadaan keluarga tersebut terakhir kali.
(thm)
Lihat Juga :