Dialog dengan Mitra POP, Mendikbudristek: Guru Sangat Berpengaruh dalam Revolusi Pendidikan
Kamis, 17 November 2022 - 23:44 WIB
loading...
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim melakukan dialog dengan para mitra Program Organisasi Penggerak (POP) di SMA Negeri 3 Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (17/11/2022). Foto ist
A
A
A
PADANG - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ), Nadiem Anwar Makarim melakukan dialog
dengan para mitra Program Organisasi Penggerak (POP) di SMA Negeri 3 Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (17/11/2022).
Sebanyak 108 pemangku kepentingan program-program penggerak dari Ikatan Guru Indonesia (IGI), Kepala Sekolah Sekolah Pengerak, Guru Penggerak, Pengajar Praktik, dan Fasilitator Pogram Guru Penggerak antusian mengikuti dialog tersebut. Baca juga: Pamer Merdeka Belajar di Forum PBB, Nadiem Yakin Indonesia Bisa Menjadi Inspirasi Dunia
Pada kesempatan tersebut, Nadiem menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berjuang secara total. “Luar biasa saya melihat animo dari gerakan bersama ini. Gerakan ini, obornya akan diangkat oleh bapak dan ibu ini. Ujung transformasi ada di bapak dan ibu masing-masing,” ucap Menteri Nadiem.
Nadiem mengatakan bahwa guru sangat berpengaruh dalam revolusi pendidikan. Apa yang dilakukan para penggerak ini merupakan persiapan untuk menghadapi revolusi pendidikan. “Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, banyak bertanya, banyak mencoba, dan banyak berkarya,” tegas Nadiem.
Pada kesempatan dialog ini, para guru dan kepala sekolah penggerak juga menyampaikan apresiasinya terhadap program-program penggerak yang sudah berjalan sejak tahun 2020 itu.
Tri Susilawati, alumni Guru Penggerak Angkatan 1 menyampaikan bahwa melalui program guru penggerak, guru-guru dapat mengubah paradigma pendidikan dengan mengangkat derajat anak dan menjadi pemimpin pembelajaran untuk membentuk karakter anak sesuai profil pelajar pancasila.
dengan para mitra Program Organisasi Penggerak (POP) di SMA Negeri 3 Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (17/11/2022).
Sebanyak 108 pemangku kepentingan program-program penggerak dari Ikatan Guru Indonesia (IGI), Kepala Sekolah Sekolah Pengerak, Guru Penggerak, Pengajar Praktik, dan Fasilitator Pogram Guru Penggerak antusian mengikuti dialog tersebut. Baca juga: Pamer Merdeka Belajar di Forum PBB, Nadiem Yakin Indonesia Bisa Menjadi Inspirasi Dunia
Pada kesempatan tersebut, Nadiem menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berjuang secara total. “Luar biasa saya melihat animo dari gerakan bersama ini. Gerakan ini, obornya akan diangkat oleh bapak dan ibu ini. Ujung transformasi ada di bapak dan ibu masing-masing,” ucap Menteri Nadiem.
Nadiem mengatakan bahwa guru sangat berpengaruh dalam revolusi pendidikan. Apa yang dilakukan para penggerak ini merupakan persiapan untuk menghadapi revolusi pendidikan. “Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, banyak bertanya, banyak mencoba, dan banyak berkarya,” tegas Nadiem.
Pada kesempatan dialog ini, para guru dan kepala sekolah penggerak juga menyampaikan apresiasinya terhadap program-program penggerak yang sudah berjalan sejak tahun 2020 itu.
Tri Susilawati, alumni Guru Penggerak Angkatan 1 menyampaikan bahwa melalui program guru penggerak, guru-guru dapat mengubah paradigma pendidikan dengan mengangkat derajat anak dan menjadi pemimpin pembelajaran untuk membentuk karakter anak sesuai profil pelajar pancasila.
Lihat Juga :