Dipanggil DPRD Sragen, Oknum Guru Bullying Siswa Tak Berhijab Akhirnya Minta Maaf
Kamis, 17 November 2022 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
"Saya tidak menegur S dan tidak memaksa untuk memakai hijab, hanya mengingatkan. Saya tidak ada rasa benci atau dendam kepada anak dan Pak Agung (orang tua siswi) baik sebelum kejadian, maupun sesudah kejadian," terangnya.
Guru ini mengaku ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Sebab, dia sudah dipanggil oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dinas terkait, dan komisi E DPRD Jawa Tengah.
Suranti Tri Umiatsih mengatakan, setelah kejadian itu, pihak sekolah langsung datang ke rumah S untuk meminta maaf. Bahkan pihak sekolah juga sudah bertemu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
"Penjelasan dari Bupati sangat mengena. Setelah pertemuan dengan bupati, kami membuat deklarasi dan penandatanganan bahwa kita siap untuk program anti-bullying," kata Suranti saat rapat dengan Komisi IV DPRD Sragen.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto berharap kejadian perundungan di sekolah tidak terulang lagi di Sragen. Kasus Sumberlawang ini diharapkan terakhir dan semua elemen sekolah harus menyadari. "Intinya kami berkepentingan agar kasusnya tidak terulang di sekolah lain," pungkasnya
Guru ini mengaku ingin menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Sebab, dia sudah dipanggil oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dinas terkait, dan komisi E DPRD Jawa Tengah.
Suranti Tri Umiatsih mengatakan, setelah kejadian itu, pihak sekolah langsung datang ke rumah S untuk meminta maaf. Bahkan pihak sekolah juga sudah bertemu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
"Penjelasan dari Bupati sangat mengena. Setelah pertemuan dengan bupati, kami membuat deklarasi dan penandatanganan bahwa kita siap untuk program anti-bullying," kata Suranti saat rapat dengan Komisi IV DPRD Sragen.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto berharap kejadian perundungan di sekolah tidak terulang lagi di Sragen. Kasus Sumberlawang ini diharapkan terakhir dan semua elemen sekolah harus menyadari. "Intinya kami berkepentingan agar kasusnya tidak terulang di sekolah lain," pungkasnya
(msd)
Lihat Juga :