Covid-19 Kembali Merebak, Pakar Biostatistika Epidemiolog Imbau Masyarakat Tak Panik
Rabu, 16 November 2022 - 23:44 WIB
loading...
A
A
A
“Kedua, munculnya varian atau subvarian baru. Ketika muncul varian baru itu dia tidak dikenali oleh tubuh. Jadi, varian-varian baru itu pada umumnya memiliki kemampuan melarikan diri dari kekebalan tubuh manusia. Sehingga, kalau muncul varian atau subvarian baru, penularan akan lebih tinggi. Tapi nanti lama kelamaan akan menurun lagi,” bebernya.
Meski saat ini terjadi lonjakan kembali, sebenarnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sempat mengalami penurunan. Bahkan berada pada titik terendah tepatnya pada awal September lalu.
“Sebenarnya awal September lalu kasus Covid-19 itu sudah menurun. Kemudian diketahui sekitar akhir September itu ditemukan subvarian baru Omicron XBB di Surabaya. Dan itu bertahan cukup lama,” kata Windhu.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Terus Naik, Booster Harus Dipercepat
Munculnya subvarian baru Omicron XBB tersebut kemudian menyebabkan terjadinya lonjakan kasus positif, di samping semakin melemahnya antisipasi protokol kesehatan dari masyarakat.
“Nah, sekarang subvarian Omicron XBB itu sudah semakin meningkat sejak Oktober. Sejak saat itulah lonjakan terjadi. Bahkan sampai sekarang ini kasus harian sudah mencapai 6000-an lebih,” imbuhnya.
Meski saat ini terjadi lonjakan kembali, sebenarnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sempat mengalami penurunan. Bahkan berada pada titik terendah tepatnya pada awal September lalu.
“Sebenarnya awal September lalu kasus Covid-19 itu sudah menurun. Kemudian diketahui sekitar akhir September itu ditemukan subvarian baru Omicron XBB di Surabaya. Dan itu bertahan cukup lama,” kata Windhu.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Terus Naik, Booster Harus Dipercepat
Munculnya subvarian baru Omicron XBB tersebut kemudian menyebabkan terjadinya lonjakan kasus positif, di samping semakin melemahnya antisipasi protokol kesehatan dari masyarakat.
“Nah, sekarang subvarian Omicron XBB itu sudah semakin meningkat sejak Oktober. Sejak saat itulah lonjakan terjadi. Bahkan sampai sekarang ini kasus harian sudah mencapai 6000-an lebih,” imbuhnya.
Lihat Juga :