Perbaiki Jalur Evakuasi Gunung Merapi, Pemprov Jateng Kucurkan Rp14 Miliar
Rabu, 08 Juli 2020 - 15:19 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.Foto/dok
A
A
A
KLATEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucurkan bantuan Rp 14 miliar untuk mengatasi jalur evakuasi Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang Klaten yang hancur. Di kecamatan tersebut ada tiga jalur evakuasi yang rusak, yakni di Desa Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo.
Di desa Tegalmulyo kerusakan terjadi di jalan utama desa tersebut sampai Pasar Suworono di desa Tlogowatu. Itu merupakan jalur evakuasi sisi barat Gunung Merapi. Namun kerusakan paling parah terdapat di dusun Deles desa Sidorejo kecamatan Kemalang. Karena selama ini jalur evakuasi tersebut sekaligus jadi jalan utama pada penambang galian C.
Ganjar Pranowo langsung menuju tiga titik jalur evakuasi tersebut usai mengecek aktivitas Gunung Merapi di pos pantau Balerante Klaten, Rabu (8/7/2020). "Kita mau cek jalur evakuasinya. Karena kemarin diusulkan Bantuan Pemprov. Dan kemarin kita masih refokusing COVID," kata Ganjar.
Meski berjarak sekitar 10 km dari Pos Pantau Balerante, namun untuk sampai di Sidorejo Ganjar memerlukan waktu hampir setengah jam. Selain tanjakannya cukup tinggi, kondisi jalannya juga sudah hancur karena jadi perlintasan truk penambang.
(Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Evakuasi Pengungsi Disiapkan )
"Wah kalau jalur evakuasinya dijadikan satu dengan jalur truk-truk ini ya rugi. Yang mau kita bantu jalan ini? Janganlah. Ribuan truk kan yang lewat sini? " ujar Ganjar kepada Kepala Dinas PU Jateng, Hanung Triono.
Jalan yang membuat Ganjar enggan membantu tersebut adalah jalur evakuasi di desa Sidorejo, yang juga bersisian dengan Kali Kuning, salah satu jalur wedus gembel dan jalur penambang pasir. Untuk jalur tersebut diserahkan ke kabupaten Klaten.
Di desa Tegalmulyo kerusakan terjadi di jalan utama desa tersebut sampai Pasar Suworono di desa Tlogowatu. Itu merupakan jalur evakuasi sisi barat Gunung Merapi. Namun kerusakan paling parah terdapat di dusun Deles desa Sidorejo kecamatan Kemalang. Karena selama ini jalur evakuasi tersebut sekaligus jadi jalan utama pada penambang galian C.
Ganjar Pranowo langsung menuju tiga titik jalur evakuasi tersebut usai mengecek aktivitas Gunung Merapi di pos pantau Balerante Klaten, Rabu (8/7/2020). "Kita mau cek jalur evakuasinya. Karena kemarin diusulkan Bantuan Pemprov. Dan kemarin kita masih refokusing COVID," kata Ganjar.
Meski berjarak sekitar 10 km dari Pos Pantau Balerante, namun untuk sampai di Sidorejo Ganjar memerlukan waktu hampir setengah jam. Selain tanjakannya cukup tinggi, kondisi jalannya juga sudah hancur karena jadi perlintasan truk penambang.
(Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Evakuasi Pengungsi Disiapkan )
"Wah kalau jalur evakuasinya dijadikan satu dengan jalur truk-truk ini ya rugi. Yang mau kita bantu jalan ini? Janganlah. Ribuan truk kan yang lewat sini? " ujar Ganjar kepada Kepala Dinas PU Jateng, Hanung Triono.
Jalan yang membuat Ganjar enggan membantu tersebut adalah jalur evakuasi di desa Sidorejo, yang juga bersisian dengan Kali Kuning, salah satu jalur wedus gembel dan jalur penambang pasir. Untuk jalur tersebut diserahkan ke kabupaten Klaten.
Lihat Juga :