300 Karyawan Perusahaan di Semarang Terkonfirmasi Positif Corona
Rabu, 08 Juli 2020 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, munculnya klaster perusahaan ketika itu berawal dari adanya karyawan di tiga perusahaan tersebut merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) di di rumah sakit.
“Namun ternyata mereka masih bekerja di pabrik. Sehingga petugas melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan tersebut,” bebernya.
Ia menuturkan, awal penularan dari rumah atau kos-kosan. Saat bekerja di pabrik, mereka menularkan yang lain. “Memang ada yang sebagian PDP, tapi hampir 99 persen orang tanpa gejala (OTG),"pungkas dia. (BACA JUGA: Mabuk Tuak, 1 Wanita dan 6 Pemuda di Semarang Dihukum Fisik)
Saat ini, mereka yang OTG telah melakukan isolasi mandiri dengan difasilitasi oleh perusahaan masing-masing. Namun begitu, sebagian juga ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang di Manyaran.
Namun demikian, mereka yang terpapar corona dalam klaster perusahaan tersebut tidak semua merupakan warga Kota Semarang.
“Namun ternyata mereka masih bekerja di pabrik. Sehingga petugas melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan tersebut,” bebernya.
Ia menuturkan, awal penularan dari rumah atau kos-kosan. Saat bekerja di pabrik, mereka menularkan yang lain. “Memang ada yang sebagian PDP, tapi hampir 99 persen orang tanpa gejala (OTG),"pungkas dia. (BACA JUGA: Mabuk Tuak, 1 Wanita dan 6 Pemuda di Semarang Dihukum Fisik)
Saat ini, mereka yang OTG telah melakukan isolasi mandiri dengan difasilitasi oleh perusahaan masing-masing. Namun begitu, sebagian juga ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang di Manyaran.
Namun demikian, mereka yang terpapar corona dalam klaster perusahaan tersebut tidak semua merupakan warga Kota Semarang.
(vit)
Lihat Juga :