Sekolah di Bandung Barat Krisis Guru PNS, Honorer Diberi Peran Lebih Meski Gaji Minim

Selasa, 15 November 2022 - 11:40 WIB
loading...
Sekolah di Bandung Barat Krisis Guru PNS, Honorer Diberi Peran Lebih Meski Gaji Minim
Keberadaan guru PNS di sekolah jenjang SD di KBB sangat minim sehingga peran mereka banyak yang diisi tenaga honorer meski rela harus dibayar tidak terlalu besar setiap bulannya. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Keberadaan guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sangat minim. Selain banyaknya guru pensiun, formasi penerimaan guru melalui jalur CPNS juga masih terbatas sehingga tidak mampu menutup kekurangan yang ada.

Seperti di SD Negeri Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB. Di sekolah tersebut jumlah guru honorernya lebih banyak dari guru PNS. Hal tersebut menunjukkan jika keberadaan guru PNS menjadi hal langka, serta menegaskan bahwa keberadaan guru honorer menjadi figur yang sangat dibutuhkan.

"Di SD Cilame ini, dari total 22 pegawai hanya tiga orang yang statusnya guru PNS. Sisanya tenaga honorer," kata Kepala SD Negeri Cilame, Nanang, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Cipali Km 139 yang Tewaskan 3 Orang

Nanang menyebutkan, tiga guru PNS itu termasuk dirinya yang diberi amanat beban tambahan sebagai kepala sekolah. Untuk pegawai sisanya rincinnya ada guru honorer, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan juga penjaga sekolah.

Sebelumnya total ada lima guru PNS di SD Cilame, namun dua guru sudah pensiun di tahun ini. Sehingga akibat minimnya guru PNS, dari enam kelas hanya dua kelas yang wali kelasnya berstatus PNS. Sementara empat kelas lainnya wali kelasnya oleh guru PPPK.

"Keberadaan PPPK dan guru honorer sangat membantu kami, kalau tidak ada mereka pastinya kami tidak bisa mengcover seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah ini," tuturnya.

Dia pun mengapresiasi semangat juang dan ketelatenan para guru honorer yang mengabdi di SD Negeri Cilame. Padahal pendapatan mereka setiap bulan tidak terlalu besar, namun tetap dengan tulus menjalani profesi sebagai pengajar. Tanggung jawab mereka pun tidak ringan, karena harus mendidik total 509 siswa yang terbagi dalam 17 rombongan belajar.

Banyaknya siswa membuat rombel dibagi dua shift pagi dan siang, yakni 11 rombel shift pagi dan 6 rombel shif siang. Itu terjadi karena jumlah siswa SD Negeri Cilame setiap tahun bertambah, sementara ruang kelasnya tetap. Mengingat banyak bermunculan permukiman baru sehingga jumlah warga terus bertambah termasuk anak-anak angkatan sekolah.

"Kalau keinginan saya, mereka yang honor itu diprioritaskan jadi PNS atau minimal PPPK. Kasihan kalau honorer, kesejahteraan mereka masih minim karena honor setiap bulan antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta bergantung dari masa kerja," pungkasnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2026 seconds (11.210#12.26)