Risma Kembali Blusukan Naik Motor dan Obok-obok Kawasan Tandes
Rabu, 08 Juli 2020 - 10:21 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berteriak di atas motor untuk mengingatkan warganya tetap memakai masker ketika keluar rumah.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali blusukan ke kampung-kampung dengan mengendarai motor sambil berteriak ke warga untuk memakai masker saat di luar rumah.
Blusukan kali ini Risma sengaja obok-obok kawasan Tandes, Surabaya yang juga terdapat banyak warga terkonfirmasi COVID-19. Kawasan ini pandeminya masih tinggi. Meski secara umum di Kota Surabaya trennya mengalami penurunan.
"Saya turun di tempat yang pandeminya masih tinggi supaya warga tahu bahwa kita masih belum aman. Makanya kita lakukan sosialisasi," kata Risma, Rabu (8/7/2020).
(Baca juga: Anaknya yang Masih TK Dibunuh, Orang Tuanya Tak Henti Menangis )
Risma pun tak segan menegur dan memberi sanksi sosial berupa hukuman push up kepada warga yang melanggar protokol kesehatan tak memakai masker. Salah satunya adalah pengunjung warung kopi (warkop) yang ketahuan tak memakai masker.
"Tolong jaga jarak, pakai masker. Kalau yang sudah sepuh tolong jangan keluar rumah dulu agar tidak sakit, karena masih pandemi," ujarnya saat mengingatkan warga di atas motor menggunakan pengeras suara.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Meski saat ini tren pandemi di Surabaya mengalami penurunan, namun kondisinya masih belum aman.
Blusukan kali ini Risma sengaja obok-obok kawasan Tandes, Surabaya yang juga terdapat banyak warga terkonfirmasi COVID-19. Kawasan ini pandeminya masih tinggi. Meski secara umum di Kota Surabaya trennya mengalami penurunan.
"Saya turun di tempat yang pandeminya masih tinggi supaya warga tahu bahwa kita masih belum aman. Makanya kita lakukan sosialisasi," kata Risma, Rabu (8/7/2020).
(Baca juga: Anaknya yang Masih TK Dibunuh, Orang Tuanya Tak Henti Menangis )
Risma pun tak segan menegur dan memberi sanksi sosial berupa hukuman push up kepada warga yang melanggar protokol kesehatan tak memakai masker. Salah satunya adalah pengunjung warung kopi (warkop) yang ketahuan tak memakai masker.
"Tolong jaga jarak, pakai masker. Kalau yang sudah sepuh tolong jangan keluar rumah dulu agar tidak sakit, karena masih pandemi," ujarnya saat mengingatkan warga di atas motor menggunakan pengeras suara.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Meski saat ini tren pandemi di Surabaya mengalami penurunan, namun kondisinya masih belum aman.
Lihat Juga :