Banyak Pasien dan Keluarga Terduga Corona Blitar Tidak Jujur
Senin, 27 April 2020 - 23:14 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Ketidakjujuran pasien terduga Covid-19 beserta keluarga dalam memberi keterangan menyulitkan petugas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar melacak riwayat pasien. Termasuk juga pada riwayat pasien YH (21) warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang Minggu (26/4) kemarin meninggal dunia.
"Selama ini kami kesulitan menggali (tracing) karena banyak pasien dan keluarga yang datang tidak berterus terang kondisi dan riwayat sebelumnya," ujar Herya Putra Dharma, Wakil Direktur Layanan dan Penunjang Medis RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Senin (27/4/2020).
Saat ini RSUD Mardi Waluyo telah mengisolasi 6 orang PDP (Pasien dalam Pengawasan), satu ODP (Orang dalam Pemantauan) serta satu OTG (Orang Tanpa Gejala) berusia balita rujukan dari rumah sakit swasta. Sebagian besar merupakan warga Kabupaten Blitar.
Kata Herya, banyak informasi berseliweran yang masuk ke rumah sakit. Kendati demikian, sejauh ini petugas medis belum bisa menemukan faktor pemberatnya. Kondisi tersebut diperparah dengan sikap pasien dan keluarga saat dimintai keterangan memilih tidak berterus terang.
"Karena belum ketemu catatan medik sebelumnya," terang Herya. Sementara untuk pasien YH yang baru tujuh jam dirawat di IGD Mardi Waluyo, namun akhirnya meninggal dunia tersebut, menurut Herya petugas berhasil mengambil foto thorax.
"Selama ini kami kesulitan menggali (tracing) karena banyak pasien dan keluarga yang datang tidak berterus terang kondisi dan riwayat sebelumnya," ujar Herya Putra Dharma, Wakil Direktur Layanan dan Penunjang Medis RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Senin (27/4/2020).
Saat ini RSUD Mardi Waluyo telah mengisolasi 6 orang PDP (Pasien dalam Pengawasan), satu ODP (Orang dalam Pemantauan) serta satu OTG (Orang Tanpa Gejala) berusia balita rujukan dari rumah sakit swasta. Sebagian besar merupakan warga Kabupaten Blitar.
Kata Herya, banyak informasi berseliweran yang masuk ke rumah sakit. Kendati demikian, sejauh ini petugas medis belum bisa menemukan faktor pemberatnya. Kondisi tersebut diperparah dengan sikap pasien dan keluarga saat dimintai keterangan memilih tidak berterus terang.
"Karena belum ketemu catatan medik sebelumnya," terang Herya. Sementara untuk pasien YH yang baru tujuh jam dirawat di IGD Mardi Waluyo, namun akhirnya meninggal dunia tersebut, menurut Herya petugas berhasil mengambil foto thorax.
Lihat Juga :