Bupati Purwakarta Keukeuh Cerai, Tutup Pintu Damai dengan Dedi Mulyadi

Selasa, 08 November 2022 - 17:37 WIB
loading...
Bupati Purwakarta Keukeuh Cerai, Tutup Pintu Damai dengan Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat keluar dari ruangan sidang Pengadilan Agama Purwakarta usai sidang perceraiannya dengan Dedi Mulyadi, Selasa (8/11/2022). Foto: SINDOnews/Didin Jalaluddin
A A A
PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika kembali mengikuti proses sidang gugatan perceraiannya di Pengadilan Agama Purwakarta , Selasa (8/11/2022) siang.

Pada sidang yang keempat kalinya ini, wanita kelahiran Cianjur, 2 Januari 1982, buka-bukaan bersikukuh tidak ingin lagi mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan suaminya Dedi Mulyadi.

"Pada proses sidang tadi saya sampaikan, yang mulia dari pihak saya sudah yakin dan tidak ada lagi ruang perdamaian atau kesepakatan damai lagi,"tegas bupati yang kali ini ingin dipanggil Neng Anne ini setelah keluar dari ruangan sidang Pengadilan Agama Purwakarta.

Baca juga: Bupati Anne Blak-blakan Alasan Gugat Cerai Dedi Mulyadi: Bukan Sekadar Urusan Ranjang

Pada sidang kali ini Dedi Mulyadi diketahui kembali tidak hadir. Agenda sidang gugatan perceraian tersebut sampai saat ini masih dalam proses mediasi. Sidang digelar sesuai jadwal yakni pukul 14.00 WIB. Neng Anne datang sekitar pukul 14.10 WIB.



Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi diwakili pengacaranya Ojat Sudrajat. Keduanya kemudian masuk ke ruang sidang Pengadilan Agama Purwakarta. Sidang digelar tidak begitu lama, sekitar pukul 14.45 keduanya keluar dari ruangan.

Pada kesempatan itu Neng Anne berharap proses gugatan perceraiannya cepat selesai dan tidak berlarut-larut. Terlebih menurutnya, pihak Pengadilan Agama Purwakarta juga sudah lebih tahu tentang alasan-asalan yang diberikan pihaknya sebagai bukti, sehingga dapat mempercepat proses putusan dalam sidang gugatan perceraian tersebut. Adapun sidang berikutnya akan digelar pada Rabu 16 November 2022 nanti.

Baca juga: Ogah Dipanggil Ambu Anne Lagi, Bupati Purwakarta: Panggil Saya Neng Anne

"Agenda (sidang) berikutnya adalah, kita akan dipertemukan di depan majelis hakim kembali, yang tentunya didampingi hakim mediator, untuk memutuskan apakah mediasi ini ada kesepakatan atau tidak. Dan tadi sudah samapaikan saya sudah tidak membuka ruang untuk kesepakatan (rujuk),"tegas Neng Anne kembali.

Bupati cantik ini menambahkan, banyak alasan sehingga dirinya harus menutup ruang kesepakatan rujuk dengan suaminya. Terlebih kesempatan memperbaiki hubungan rumah tangganya tersebut sudah diberikan olehnya jauh-jauh hari sebelum dirinya mengambil keputusan mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1596 seconds (10.55#12.26)