Ogah Dipanggil Ambu Anne Lagi, Bupati Purwakarta: Panggil Saya Neng Anne

Rabu, 26 Oktober 2022 - 16:31 WIB
loading...
Ogah Dipanggil Ambu Anne Lagi, Bupati Purwakarta: Panggil Saya Neng Anne
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ingin ganti nama dan tak mau lagi dipanggil Ambu Anne. Bupati perempuan pertama ini sekarang ingin dipangil Neng Anne. Foto/SINDOnews/Didin Jalaludin
A A A
PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ingin ganti nama, agar tidak lagi dipanggil Ambu Anne. Bupati perempuan pertama ini sekarang ingin dipangil dengan sebutan Neng Anne, sebagai panggilan akrabnya.

"Nama panggilan saya hari ini diganti ya..! Jangan panggil Ambu lagi, tapi diganti menjadi Neng,"kata Ambu Anne dalam acara Gebyar Desa dan Gempungan yang dihadiri Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Purwakarta H Aming dan sejumlah pejabat berserta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Purwakarta di Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Rabu (26/10/2022) pagi.

Baca juga: Bupati Purwakarta Buka Suara Terkait Gugatan Cerai kepada Suami

“Pak Wakil Bupati, para camat dan Kepala OPD serta yang lainnya, catat jangan panggil Ambu tapi Neng Anne ya..!" seru Bupati kelahiran Cianjur, 2 Januari 1982 itu di atas panggung saat memberikan sambutan.

Sontak saja pernyataan Bupati Purwakarta priode 2018-2023 ini disambut tepuk tangan. Entah apa maksud pernyataan wanita yang bertahun-tahun akrab dipanggil Ambu Anne tersebut.

Namun, diketahui Anne Ratna Mustika memang saat ini tengah menjalani sidang perceraian dengan suaminya Dedi Mulyadi yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI.

Pada kesempatan itu, dalam acara Gebyar Desa dan Gempungan, Bupati Anne juga menginatkan kepada para jajaran OPD, camat dan kepala desa yang hadir pada kesemlatan itu agar tidak terpengaruhi dengan sosok 'Ririwa'. Menurutnya di Purwakarta ada sosok Ririwa yang kerap berbuat onar dan menggagu.

Baca juga: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Ada Apa?

"Si Ririwa ini suka membuat onar, dan hebatnya lagi bisa nelepon orang-orang untuk mengajak jauh dari bupati.

Dipikir si Ririwa ini bupati tidak punya peran di Purwakarta, tanda tangan Bupati masih berlaku. Jangan pikirkan si Ririwa, kita harus konsen membangun daerah, jadi biarkan saja si Ririwa menggonggong bupati tetap berlalu," tutur dia.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4675 seconds (11.97#12.26)