Jejak Perjuangan KH Ahmad Sanusi, Pahlawan Nasional yang Sering Keluar Masuk Penjara
Senin, 07 November 2022 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai guru dan orangtua yang baik, KH Ahmad Sanusi mendidik dengan baik anak-anaknya maupun santrinya menjadi ulama besar dan berpengaruh tidak hanya di Jawa Barat, tetapi di tingkat nasional.
Ketika mengajar di Pesantren Cantayan, berhasil melahirkan santri angkatan pertama menjadi ulama besar, diantaranya, Ajengan Nakhrowi Pendiri Ponpes YASMIDA Cibatu Cisaat Sukabumi, Ajengan Abas Nawawi Guru di Pesantren Gunungpuyuh, Ajengan Masturo Pendiri Pondok Pesantren Al Masthuriyyah Cisaat Sukabumi, Ajengan Uci Sanusi Pendiri Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Cisaat Sukabumi, Ajengan Afandi Pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Sadamukti, Cicurug, Sukabumi, Ajengan M. Fudholi Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah dan Madrasah Jannatul Amal Cikarang, Bekasi dan lainnya.
Selanjutnya, ketika mengajar di Pesantren Genteng Babakansirna, ujar Neni, KH Ahmad Sanusi melahirkan santri angkatan kedua menjadi ulama-ulama besar diantaranya, Ajengan Abdullah bin Nuh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ghozali dan Al-Ihya Bogor, Ajengan Damiri Yusur Laujiri Pendiri Pondok Pesantren Ipari Wanaraja Garut, Ajengan Badruddin Pendiri Pondok Pesantren Kadudampit dan lain-lain.
Baca: Jokowi Pertimbangkan Kapitan Banau Jadi Pahlawan Nasional
"Ketika mengajar di Pesantren Gunungpuyuh melahirkan santri angkatan ketiga menjadi ulama-ulama besar, diantaranya, Ajengan Dadun Abdul Qohhar Pendiri Pesantren Ad-Dakwah Cibadak Sukabumi, Ajengan Khoer Apandi Pendiri Pondok pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, Muttaqin Pendiri UNISBA Bandung, Ajengan Maksum Pendiri Pondok Pesantren Bondongan Bogor, Prof. K.H. lbrahim Husein, LML Pendiri dan Rektor pertama lI serta pernah menjadi Ketua Majelis Fatwa MUI Pusat, Ajengan Rukhyat Pendiri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Ajengan lshak Farid Pimpinan Pondok Pesantren Cintawana Singaparna Tasikmalaya, Ajengan Irfan Hilmi Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Ajengan Soleh Iskandar Tokoh militer, KH Syamsuddin Mantan Kanwil Depag Provinsi Jawa Barat dan lainnya," ungkap Neni.
Dalam memperjuangkan pemikiran dan gagasannya untuk kepentingan agama, bangsa dan negara, Ajengan Sanusi aktif dalam berbagai lembaga dan kegiatan baik sebagai pendiri dan pelaku maupun sebagai pelaksana diantaranya, menjadi anggota BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosaka), Pengurus Jawa Hokokai (Kebangkitan Jawa), Pengurus Masyumi (Majelis Syuro' Muslimin Indonesia), Anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), Anggota Dewan Penasehat Daerah Bogor (Gin Bogor Shu sangi Ka), Wakil Residen Bogor (Uku Syucokan).
"Pada Minggu 15 Syawal 1369 H bertepatan dengan 31 Juli 1950 M sekitar pukul 21.00 WIB, dalam usia 63 tahun Ajengan Sanusi dipanggil sang pencipta dan menghembuskan napas terakhirnya di Pesantren Gunungpuyuh dan dikebumikan di Kompleks Pemakaman Keluarga di sebelah utara dari Pesantren Gunungpuyuh Sukabumi," tukasnya.
Ketika mengajar di Pesantren Cantayan, berhasil melahirkan santri angkatan pertama menjadi ulama besar, diantaranya, Ajengan Nakhrowi Pendiri Ponpes YASMIDA Cibatu Cisaat Sukabumi, Ajengan Abas Nawawi Guru di Pesantren Gunungpuyuh, Ajengan Masturo Pendiri Pondok Pesantren Al Masthuriyyah Cisaat Sukabumi, Ajengan Uci Sanusi Pendiri Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Cisaat Sukabumi, Ajengan Afandi Pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Sadamukti, Cicurug, Sukabumi, Ajengan M. Fudholi Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah dan Madrasah Jannatul Amal Cikarang, Bekasi dan lainnya.
Selanjutnya, ketika mengajar di Pesantren Genteng Babakansirna, ujar Neni, KH Ahmad Sanusi melahirkan santri angkatan kedua menjadi ulama-ulama besar diantaranya, Ajengan Abdullah bin Nuh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ghozali dan Al-Ihya Bogor, Ajengan Damiri Yusur Laujiri Pendiri Pondok Pesantren Ipari Wanaraja Garut, Ajengan Badruddin Pendiri Pondok Pesantren Kadudampit dan lain-lain.
Baca: Jokowi Pertimbangkan Kapitan Banau Jadi Pahlawan Nasional
"Ketika mengajar di Pesantren Gunungpuyuh melahirkan santri angkatan ketiga menjadi ulama-ulama besar, diantaranya, Ajengan Dadun Abdul Qohhar Pendiri Pesantren Ad-Dakwah Cibadak Sukabumi, Ajengan Khoer Apandi Pendiri Pondok pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, Muttaqin Pendiri UNISBA Bandung, Ajengan Maksum Pendiri Pondok Pesantren Bondongan Bogor, Prof. K.H. lbrahim Husein, LML Pendiri dan Rektor pertama lI serta pernah menjadi Ketua Majelis Fatwa MUI Pusat, Ajengan Rukhyat Pendiri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Ajengan lshak Farid Pimpinan Pondok Pesantren Cintawana Singaparna Tasikmalaya, Ajengan Irfan Hilmi Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Ajengan Soleh Iskandar Tokoh militer, KH Syamsuddin Mantan Kanwil Depag Provinsi Jawa Barat dan lainnya," ungkap Neni.
Dalam memperjuangkan pemikiran dan gagasannya untuk kepentingan agama, bangsa dan negara, Ajengan Sanusi aktif dalam berbagai lembaga dan kegiatan baik sebagai pendiri dan pelaku maupun sebagai pelaksana diantaranya, menjadi anggota BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosaka), Pengurus Jawa Hokokai (Kebangkitan Jawa), Pengurus Masyumi (Majelis Syuro' Muslimin Indonesia), Anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), Anggota Dewan Penasehat Daerah Bogor (Gin Bogor Shu sangi Ka), Wakil Residen Bogor (Uku Syucokan).
"Pada Minggu 15 Syawal 1369 H bertepatan dengan 31 Juli 1950 M sekitar pukul 21.00 WIB, dalam usia 63 tahun Ajengan Sanusi dipanggil sang pencipta dan menghembuskan napas terakhirnya di Pesantren Gunungpuyuh dan dikebumikan di Kompleks Pemakaman Keluarga di sebelah utara dari Pesantren Gunungpuyuh Sukabumi," tukasnya.
(san)
Lihat Juga :