Atasi Kekurangan Guru di Daerah Terpencil, Pemprov Sulsel Usul Perbanyak PPPK

Senin, 07 November 2022 - 06:35 WIB
loading...
Atasi Kekurangan Guru di Daerah Terpencil, Pemprov Sulsel Usul Perbanyak PPPK
Pemprov Sulsel mengakui minimnya tenaga pengajar atau guru, khususnya di daerah terpencil. Pemprov mengusulkan pembentukan Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperbanyak. Foto Antara
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengakui minimnya tenaga pengajar atau guru, khususnya di daerah terpencil. Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov mengusulkan pembentukan Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperbanyak.



"Beberapa upaya pemenuhan kebutuhan guru antara lain dengan mengusulkan pembentukan Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan kuota lebih banyak," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Setiawan Aswad di Makassar, Minggu (6/10/2022).

“Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memprioritaskan usulan PPPK sebanyak 10.385 formasi untuk jabatan fungsional guru,” imbuhnya. Baca juga: Kisah 10 Artis yang Pernah Jadi Guru TK hingga Dosen, Bisa Jadi Inspirasi

Selain prioritas rekruitmen formasi guru PPPK, pihaknya juga melakukan upaya melalui pendistribusian guru. "Artinya pemenuhan kebutuhan guru berdasarkan daftar kondisi riil guru di masing-masing sekolah," matanya.

Menurutnya, dengan cara ini, jika masuk Sulsel akan dilihat terlebih dahulu uji kompetensi guru (UKG) berdasarkan moratorium yang tentunya lebih selektif.

“Kami masih membuka formasi mutasi guru ke Sulsel untuk memenuhi kebutuhan guru, namun tentunya dilakukan secara selektif,” tuturnya. Baca juga: Ironis! Kota Santri Gresik Kekurangan Guru Agama, Ini Penyebabnya

Secara khusus, usulan PPPK pembentukan 10.385 guru, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Kemenpan RB memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman yang mengusulkan kuota guru terbesar di Indonesia sesuai kebutuhan 2022.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2792 seconds (11.252#12.26)