Puluhan Makam di Banyuwangi Rusak Diterjang Banjir Bandang, Kain Kafan Berserakan

Sabtu, 05 November 2022 - 15:09 WIB
loading...
Puluhan Makam di Banyuwangi Rusak Diterjang Banjir Bandang, Kain Kafan Berserakan
Banjir menerjang kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Embah Besar, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi membuat sejumlah malam rusak
A A A
BANYUWANGI - Banjir menerjang kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Embah Besar, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi membuat sejumlah malam rusak. Sejumlah kain kafan yang membungkus jenazah berserakan.

Terlihat area pemakaman tergerus hingga radius 10 x 30 meter dengan kedalaman mencapai 1,5 meter, akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut.

Tampak ada beberapa kain kafan yang sudah berwarna kecoklatan dengan bangunan makam atau kijing makam sebagian hanyut, bahkan ada yang rusak tak berbentuk. Kemungkinan kijing ini terbawa luapan arus sungai namun masih tertahan oleh pohon yang ada di pinggir sungai.

Baca juga: Ruas Jalan Ambles 50 Meter, Jalur Lumajang-Malang Putus Total

Kondisi makam yang rusak ini memicu kepanikan dari keluarga. Dimana mereka berbondong ke TPU untuk memastikan konidisi makam keluarganya.

Salah satunya adalah Salam (53) warga setempat. Setelah lelah mencari makam keponakannya, Salam pun akhirnya menyerah. Dia tak menemukan jenazah ataupun nisan milik keponakan yang dimakamkan 2 tahun lalu.

"Lokasinya memang di pinggir sungai. Tapi sudah tidak ada. Mungkin sudah hanyut. Sedih juga karena memang dia keponakan saya yang paling saya sayangi," kata Salam kepada wartawan pada Sabtu pagi (5/11/2022).

Dia bercerita bahwa ada salah satu keluarga yang sampai menangis karena tidak menemukan jasad keluarganya. Apalagi makam keluarganya tergerus setengahnya.

"Kebetulan makam tersebut hanya separuh saja yang tergerus. Tadi orangnya menangis karena tidak menemukan jasad ataupun kain kafan di makam keluarganya," ujarnya.

Salam menyebut diperkirakan ada banyak makam yang ikut tergerus dan terbawa arus sungai. Sebab, makam di tempat itu relatif cukup rapat. "Perkiraan sekitar puluhan makam yang hilang," katanya.

Sementara itu, Jumaah (49) yang bersama istrinya yang datang ke makam itu, menemukan makam ibunya yang letaknya lebih diatas.

"Begitu mendengar kabar ada makam yang tergerus luapan sungai saya langsung ke kuburan. Alhamdulillah, makam Ibu dan Bapaknya istri saya aman," jelasnya.

Jumaah menyatakan, area makam yang tergerus itu awalnya rata dengan area makam yang saat ini masih ada. Sehingga dia meyakini makam yang hanyut cukup banyak. "Yang hilang puluhan makam, ini rapat makamnya," tandasnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4081 seconds (11.210#12.26)