Data PDP dan ODP Meninggal di Jabar Bakal Dibuka ke Publik
Selasa, 07 Juli 2020 - 17:34 WIB
loading...
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi COVID-19 Jabar Ridwan Kamil. Foto/Humas Polda Jabar
A
A
A
BANDUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi COVID-19 bakal membuka identitas Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia.
Langkah tersebut akan dilakukan meniru Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, transparansi identitas ODP dan PDP meninggal bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat bahwa virus Corona adalah masalah serius dan risikonya tinggi. (BACA JUGA: Tekan Penularan COVID-19, Gubernur Jabar Usul Pilkada 2 Ronde )
Selama ini, data kasus ODP dan PDP yang meninggal dunia selama ini tak diungkap ke publik. Bahkan terkesan disembunyikan. (BACA JUGA: Ada 2 Klaster Baru COVID-19 di Jabar, Industri dan Lembaga Pendidikan )
"Kami putuskan kita akan meng-update besok kematian ODP dan PDP berdasarkan laporan manual. Laporan manualnya pasti ada gap ya, tapi kami akan laporkan. Kurang lebih sekitar 1.000-an sekian. Jadi memang ada gap di situ," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai rakor di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).
Ketua Gugus Tugas COVID-19 Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, alasan identitas ODP dan PDP COVID-19 yang meninggal tidak diungkapkan ke publik karena data langsung masuk ke rumah sakit.
Langkah tersebut akan dilakukan meniru Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, transparansi identitas ODP dan PDP meninggal bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat bahwa virus Corona adalah masalah serius dan risikonya tinggi. (BACA JUGA: Tekan Penularan COVID-19, Gubernur Jabar Usul Pilkada 2 Ronde )
Selama ini, data kasus ODP dan PDP yang meninggal dunia selama ini tak diungkap ke publik. Bahkan terkesan disembunyikan. (BACA JUGA: Ada 2 Klaster Baru COVID-19 di Jabar, Industri dan Lembaga Pendidikan )
"Kami putuskan kita akan meng-update besok kematian ODP dan PDP berdasarkan laporan manual. Laporan manualnya pasti ada gap ya, tapi kami akan laporkan. Kurang lebih sekitar 1.000-an sekian. Jadi memang ada gap di situ," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai rakor di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).
Ketua Gugus Tugas COVID-19 Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, alasan identitas ODP dan PDP COVID-19 yang meninggal tidak diungkapkan ke publik karena data langsung masuk ke rumah sakit.
Lihat Juga :