Pemerintah Gandeng PGPP Percepat Pembangunan Papua dan Papua Barat
Rabu, 02 November 2022 - 08:20 WIB
loading...
Asisten Staf Khusus Wapres, Khamami Zada menghadiri perayaan HUT Ke-10 PGGP Papua Barat diselenggarakan di Sowi Gunung, Manokwari. Foto/Ist
A
A
A
MANOKWARI - Pemerintah menggandeng Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Papua Barat untuk menggenjot pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan di Papua Barat dan Papua.
Hal itu terungkap dalam perayaan HUT Ke-10 Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Papua Barat diselenggarakan di Sowi Gunung, Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) yakni asisten staf khusus Wapres, Khamami Zada dan Ketua PGGP Papua Pdt. Hiskia Rollo.
Baca juga: Pembangunan di Papua Tak Boleh Terhambat Aksi Teror
Kehadiran Tim Setwapres dalam HUT Ke-10 merupakan tindak lanjut silaturahmi PGGP Papua Barat dan Papua ke Istana Wakil Presiden Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketua Umum PGGP Papua Barat Pdt. Sherly Parinussa menjelaskan, pihaknya merupakan lembaga representatif Gereja-gereja di Papua Barat yang terbentuk sejak 17 Oktober 2012.
Pembentukannya melalui Konferensi Pemimpin Gereja Se-Papua Barat yang beranggotakan lebih dari 53 denominasi gereja dengan komposisi penduduk 61,75 persen.
"PGGP Papua Barat telah berperan sebagai wadah konsultatif, koordinatif, aspiratif sekaligus perjuangan Gereja di Tanah Papua maupun ke luar Papua," katanya dikutip Rabu (2/11/2022).
Hal itu terungkap dalam perayaan HUT Ke-10 Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Papua Barat diselenggarakan di Sowi Gunung, Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) yakni asisten staf khusus Wapres, Khamami Zada dan Ketua PGGP Papua Pdt. Hiskia Rollo.
Baca juga: Pembangunan di Papua Tak Boleh Terhambat Aksi Teror
Kehadiran Tim Setwapres dalam HUT Ke-10 merupakan tindak lanjut silaturahmi PGGP Papua Barat dan Papua ke Istana Wakil Presiden Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketua Umum PGGP Papua Barat Pdt. Sherly Parinussa menjelaskan, pihaknya merupakan lembaga representatif Gereja-gereja di Papua Barat yang terbentuk sejak 17 Oktober 2012.
Pembentukannya melalui Konferensi Pemimpin Gereja Se-Papua Barat yang beranggotakan lebih dari 53 denominasi gereja dengan komposisi penduduk 61,75 persen.
"PGGP Papua Barat telah berperan sebagai wadah konsultatif, koordinatif, aspiratif sekaligus perjuangan Gereja di Tanah Papua maupun ke luar Papua," katanya dikutip Rabu (2/11/2022).
Lihat Juga :