Pemeriksaan Dugaan Korupsi Gubernur Papua, Tokoh Masyarakat Genyem: Harus Saling Menghormati
Selasa, 01 November 2022 - 14:33 WIB
loading...
Tokoh masyarakat Genyem, Kabupaten Jayapura, Esau Tegai. (Ist)
A
A
A
JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah kediamannya di Koya Tengah, Kota Jayapura, terkait dugaan kasus korupsi yang selama ini menjerat dirinya. Melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening, Lukas juga menyatakan bahwa dirinya menjamin keselamatan dan keamanan rombongan KPK bila mendatangi kediamannya.
Menanggapi perkembangan sikap Lukas tersebut, tokoh masyarakat Genyem, Kabupaten Jayapura, Esau Tegai, Senin (31/10/2022) menyatakan dukungannya, lantaran hal itu akan mempercepat penyelesaian kasus hukum Lukas.
“Sikap Pak Lukas yang semakin kooperatif membuat kami masyarakat yang berada di sekitar Jayapura ini lebih tenang. Tapi kami belum cukup lega karena rumah Pak Lukas masih dijaga banyak pendukungnya secara ketat,” ujar Esau di Jayapura.
Esau pun berharap agar kelompok massa pendukung Lukas Enembe itu membubarkan diri, agar Lukas bisa lebih fokus menyiapkan diri menerima kedatangan tim dari KPK ketimbang harus mengurus warga yang menjaga rumahnya.
Esau menyebut, Lukas Enembe bukan orang pertama yang berurusan dengan KPK. Banyak kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur dari daerah lainnya yang sudah pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Namun dalam urusan Lukas Enembe, Esau menilai KPK telah memberikan banyak toleransi.
Menanggapi perkembangan sikap Lukas tersebut, tokoh masyarakat Genyem, Kabupaten Jayapura, Esau Tegai, Senin (31/10/2022) menyatakan dukungannya, lantaran hal itu akan mempercepat penyelesaian kasus hukum Lukas.
“Sikap Pak Lukas yang semakin kooperatif membuat kami masyarakat yang berada di sekitar Jayapura ini lebih tenang. Tapi kami belum cukup lega karena rumah Pak Lukas masih dijaga banyak pendukungnya secara ketat,” ujar Esau di Jayapura.
Esau pun berharap agar kelompok massa pendukung Lukas Enembe itu membubarkan diri, agar Lukas bisa lebih fokus menyiapkan diri menerima kedatangan tim dari KPK ketimbang harus mengurus warga yang menjaga rumahnya.
Esau menyebut, Lukas Enembe bukan orang pertama yang berurusan dengan KPK. Banyak kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur dari daerah lainnya yang sudah pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Namun dalam urusan Lukas Enembe, Esau menilai KPK telah memberikan banyak toleransi.
Lihat Juga :