Puluhan Pegawai Kantor Perbatasan Papua Tolak Kehadiran Plt Joko Wabiagir

Senin, 31 Oktober 2022 - 16:38 WIB
loading...
Puluhan Pegawai Kantor Perbatasan Papua Tolak Kehadiran Plt Joko Wabiagir
Kantor Perbatasan Papua. Foto: Omega/SINDOnews
A A A
JAYAPURA - Puluhan pegawai Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Provinsi Papua, menggelar aksi demonstrasi. Dalam aksinya, mereka menolak kehadiran Plt Joko Wabiagir.

Seperti diketahui, Joko Wabiagir ditunjuk sebagai Plt menggantikan Suzana Wanggai.

Kepala Bidang Pengelola Wilayah perbatasan Provinsi Papua, Dolfinus mengatakan, aksi puluhan pegawai di lingkungan kantor perbatasan adalah wujud penolakan terhadap Plt Joko Wabiager.

Baca juga: Ribuan Warga Papua Padati Konser Simfoni Tanah Papua

"Dia diduga memasukan dokumen yang diserahkan kepada Badan Kepegawaian Provinsi Papua, jika dirinya sebagai kepala Badan Perbatasan Kabupaten Keerom definitif," katanya, Senin (31/10/2022).

Dilanjutkan dia, sebelumnya Joko Wabiagir nonjob pada 29 Maret 2022. Namun, dia masukan SK ke Badan Kepegawaian yang menyatakan dirinya masih menjabat di Keerom.

"Itu adalah pembohongan publik kepada Gubernur Papua," sambungnya.

Baca: Ratusan Pemuda Papua Demo MRP dan DPR Papua

Kekesalan puluhan pegawai terhadap Plt Kaban Perbatasan Joko Wabiager juga terjadi karena belum dilakukannya serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya.

"Tetapi Joko sudah masuk dan melakukan pengecekan kantor, serta dibagian keuangan. Padahal, pejabat lama masih dalam tugas yang diperintahkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Negara Peru," paparnya.

Suzana Wanggai yang sebelumnya menjabat Kaban Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri dicopot bersama 9 Kepala Dinas di lingkungan Pemprov Papua oleh tersangka Gubernur Lukas Enembe, pada 14 Oktober 2022.

Hingga saat ini, puluhan pegawai perbatasan masih melakukan aksi pemalangan kantor dan menolak adanya Plt Joko Wabiager. Mereka juga meminta kepada Sekertaris Daerah agar menunjuk Plt lain menggantikan Joko Wabiager.
(san)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2313 seconds (10.177#12.26)