COVID-19 di Jatim Menggila, PSBB dan Lockdown Kecamatan Jadi Opsi
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Khofifah menyebutkan, hasil rapat muncul empat poin wacana alternatif solusi penanganan penyebaran COVID-19 di Jatim. Yakni, pendisiplinan protokol kesehatan, meneruskan kembali PSBB, merumuskan lockdown berbasis kelurahan atau kecamatan, dan menerapkan PSBB di tingkat kelurahan atau kecamatan.
"Empat hal ini masih diwacanakan, belum diterapkan. Untuk menerapkannya dibutuhkan berbagai persiapan matang sehingga hasilnya bisa efektif menekan angka penularan COVID-19 di Jatim," tegas Fadil Imran.
(Baca juga: Edan! Warga Sleman Nekat Edarkan Miras di Rumahnya )
Sementara menurut Khofifah, seluruh kekuatan yang ada terus berupaya menekan penyebaran COVID-19 di Jatim. "Kami lakukan respons cepat agar tidak semakin banyak yang terpapar. Hingga kini jumlahnya masih bertambah hingga mencapai 14.568 kasus. Kami akan terus berupaya," tegasnya.
Wilayah di Jatim, yang jumlah kasus COVID-19 nya tertinggi masih berada di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. Hingga kini 5.111 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 7.803 orang masih menjalani perawatan.
"Empat hal ini masih diwacanakan, belum diterapkan. Untuk menerapkannya dibutuhkan berbagai persiapan matang sehingga hasilnya bisa efektif menekan angka penularan COVID-19 di Jatim," tegas Fadil Imran.
(Baca juga: Edan! Warga Sleman Nekat Edarkan Miras di Rumahnya )
Sementara menurut Khofifah, seluruh kekuatan yang ada terus berupaya menekan penyebaran COVID-19 di Jatim. "Kami lakukan respons cepat agar tidak semakin banyak yang terpapar. Hingga kini jumlahnya masih bertambah hingga mencapai 14.568 kasus. Kami akan terus berupaya," tegasnya.
Wilayah di Jatim, yang jumlah kasus COVID-19 nya tertinggi masih berada di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. Hingga kini 5.111 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 7.803 orang masih menjalani perawatan.
(eyt)
Lihat Juga :