alexametrics

Status KBB Zona Kuning COVID-19, Bupati Sebut Ada Data yang Tak Sesuai

loading...
Status KBB Zona Kuning COVID-19, Bupati Sebut Ada Data yang Tak Sesuai
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Turunnya status level kewaspadaan COVID-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari zona biru menjadi kuning dipertanyakan oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Umbara menilai data yang dijadikan acuan evaluasi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat ada yang tidak sesuai dengan data Pemda KBB. (BACA JUGA:Turun ke Zona Kuning COVID-19, Sekda KBB Bilang Begini)

"Saya kira ada data yang miss atau tidak sesuai dipakai oleh GTPP COVID-19 Jabar. Padahal berdasarkan data yang kami pegang, KBB masih di zona biru karena tidak ada temuan kasus baru," kata Aa Umbara, Senin (6/7/2020). (BACA JUGA:Dinkes KBB Akan Tes Swab 41 Orang Pernah Kontak dengan Almarhum Ustaz Hilmi)

Dia mengambil contoh, ada pasien positif yang datanya masuk ke KBB, padahal itu bukan warga KBB. Yakni untuk kasus pasien di Kecamatan Parongpong yang ketika dilakukan tracing (pelacakan) ternyata sudah lama tinggal di Kota Bandung.



Hal semacam itu, ujar Bupati, oleh pihak provinsi tidak dikroscek terlebih dahulu tapi langsung dimasukan sebagi warga KBB. (BACA JUGA:Wisatawan Luar Boleh Masuk, Pengelola Wisata Perketat Protokol Kesehatan)

Berkaca dari hal tersebut, politisi Partai NasDem ini menginstruksikan Satgas COVID-19 KBB termasuk Dinas Kesehatan KBB segera menyampaikan data terbaru ke provinsi.



Hal ini untuk menghindari munculnya kesimpangsiuran informasi dan ketidakakuratan data yang bisa berpengaruh kepada persepsi opini di masyarakat.

"Saya menyakini bahwa saat ini KBB masih zona biru. Oleh karenanya masyarakat atau wisatawan tidak perlu ragu untuk berkunjung ke KBB," ujar Bupati.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak