Indonesia Target Kurangi Sampah Plastik hingga 70 Persen pada 2025
Kamis, 27 Oktober 2022 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa NPAP sebuah platform, bukan yayasan. NPAP beranggotakan tiga orang menteri kabinet, sembilan kementerian, empat pemerintah daerah, 8 CEO, 12 perusahaan nasional, 12 perusahaan multinasional, jelas Tuti. Hingga akhir 2021, lanjut dia, NPAP sudah berhasil mengurangi 28,5 persen sampah plastik.
Dalam mengatasi sampah plastik ini, pihaknya bekerja lintas sektor dan lintas institusi yang disebut Pentahelix. "Di sini, semua lini dilibatkan baik kementerian atau lembaga pemerintah, masyarakat, akademisi, pihak swasta, maupun media," ujarnya.
Lanjut Tuti, dalam mencapai target ambisius pada 2025 itu, NPAP melakukan sejumlah pendekatan. Di antaranya adalah mengubah perilaku. "Melakukan kampanye untuk mengubah perilaku dari yang kurang care pada sampah plastik ke perhatian yang lebih pada sampah plastik karena ada nilai ekonomisnya," jelas Tuti.
Dalam rangka G20, NPAP akan menyiapkan sebuah pertemuan pada awal November yang secara khusus akan membahas bagaimana melakukan tindakan konkret dalam mengatasi sampah plastik.
"Kita mau memperlihatkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya berjanji, tidak membuat rencana, tetapi juga melakukannya. Aksi-aksi kita sudah lakukan. Itu memang perlu kita tingkatkan dengan memperkuat kolaborasi," tutupnya.
Dalam mengatasi sampah plastik ini, pihaknya bekerja lintas sektor dan lintas institusi yang disebut Pentahelix. "Di sini, semua lini dilibatkan baik kementerian atau lembaga pemerintah, masyarakat, akademisi, pihak swasta, maupun media," ujarnya.
Lanjut Tuti, dalam mencapai target ambisius pada 2025 itu, NPAP melakukan sejumlah pendekatan. Di antaranya adalah mengubah perilaku. "Melakukan kampanye untuk mengubah perilaku dari yang kurang care pada sampah plastik ke perhatian yang lebih pada sampah plastik karena ada nilai ekonomisnya," jelas Tuti.
Dalam rangka G20, NPAP akan menyiapkan sebuah pertemuan pada awal November yang secara khusus akan membahas bagaimana melakukan tindakan konkret dalam mengatasi sampah plastik.
"Kita mau memperlihatkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya berjanji, tidak membuat rencana, tetapi juga melakukannya. Aksi-aksi kita sudah lakukan. Itu memang perlu kita tingkatkan dengan memperkuat kolaborasi," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :