Ramah Anak, Polres Ngawi Terima Penghargaan dari Komnas PA
Selasa, 25 Oktober 2022 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu inovasi Polres Ngawi adalah pembentukan Satgas CINTA (Cegah Lindungi Anak dan Wanita) yang menjadi korban kekerasan. Hal ini merupakan bentuk komitmen bersama Polres Ngawi dan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melaksanakan perlindungan terhadap anak.
"Menurut saya, penghargaan itu bukan kinerja saya sendiri, tapi bersama tim, yaitu pejabat utama serta anggota Polres Ngawi, Bapak Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Forkompimda, juga didukung oleh masyarakat," katanya.
Baca juga: 4 Tempat Camping Ceria di Daerah Bogor yang Ramah Anak
"Untuk itu, tentunya penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan Polres Ngawi ke depannya,” lanjut Kapolres.
Dwiasi menyebutkan, anak-anak merupakan mutiara bangsa yang perlu dijaga dan dilindungi, agar menjadi manusia yang seutuhnya.
"Masih banyak persoalan dan kekerasan yang terjadi kepada anak-anak kita, termasuk di Ngawi. Ini menjadi PR kita bersama, bagaimana kita menyikapi dan terus berkerja dan berjuang untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita,” tandas Dwiasi.
Adapun kegiatan yang mereka dilakukan antara lain melakukan simulasi kehamilan, pemberian sugesti atau NLP (Neuro Linguistic Programming) untuk menanamkan nilai positif yang memadukan aspek kognitif, agama, budaya, dan displin ilmu terkait melalui pendekatan sharing, nonton bersama film edukatif, komunikasi dua arah, dan pelatihan.
"Menurut saya, penghargaan itu bukan kinerja saya sendiri, tapi bersama tim, yaitu pejabat utama serta anggota Polres Ngawi, Bapak Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Forkompimda, juga didukung oleh masyarakat," katanya.
Baca juga: 4 Tempat Camping Ceria di Daerah Bogor yang Ramah Anak
"Untuk itu, tentunya penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan Polres Ngawi ke depannya,” lanjut Kapolres.
Dwiasi menyebutkan, anak-anak merupakan mutiara bangsa yang perlu dijaga dan dilindungi, agar menjadi manusia yang seutuhnya.
"Masih banyak persoalan dan kekerasan yang terjadi kepada anak-anak kita, termasuk di Ngawi. Ini menjadi PR kita bersama, bagaimana kita menyikapi dan terus berkerja dan berjuang untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita,” tandas Dwiasi.
Adapun kegiatan yang mereka dilakukan antara lain melakukan simulasi kehamilan, pemberian sugesti atau NLP (Neuro Linguistic Programming) untuk menanamkan nilai positif yang memadukan aspek kognitif, agama, budaya, dan displin ilmu terkait melalui pendekatan sharing, nonton bersama film edukatif, komunikasi dua arah, dan pelatihan.
Lihat Juga :