Bangun Karakter Siswa, Program PINTAR Tanoto Foundation Ubah Pendidikan Secara Mendasar
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 00:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada jenjang SMP, metode belajar aktif dari Program PINTAR juga sangat mengena. Seperti tampak di SMPN 17 Tanjung Jabung Timur. Sejak memakai metode tersebut, sekolah ini memiliki banyak terobosan pembelajaran.
Seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 17 Tanjung Jabung Timur, Hasnah. Menurutnya, Program PINTAR sangat baik diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama dalam meningkatkan minat baca siswa.
"Membaca itu penting. Setelah mengikuti Program PINTAR, siswa menjadi lebih gemar membaca dan melek terhadap literasi. Sekarang, selain perpustakaan, kami juga punya pojok baca disetiap kelas," ungkapnya.
Baca: Nadiem Minta Mahasiswa Maksimalkan Program Merdeka Belajar
Pihaknya bahkan membuat saung baca, dan menganggarkan 15 persen dana BOS untuk belanja buku. Lebih jauh, untuk meningkatkan program literasi ini sekolah mewajibkan membaca selama 15 menit sebelum belajar.
Kegiatan membaca itu yang diberi nama Gerabah itu, dilakukan setiap Selasa, Rabu dan Kamis, di selasar kelas. Setelah selesai membaca buku, para siswa juga diminta untuk menulis resume buku yang telah dibacanya.
Pola ini, diakuinya berhasil dalam menarik minat baca dan tulis siswa, serta menunjang kegiatan literasi di sekolah.
Baca: Realitas Kekurangan Guru dan Program Merdeka Belajar 2021
"Dengan program Gerabah tadi, anak-anak bukan hanya disuruh membaca, tetapi membuat resume tentang apa yang dibaca. Dari situ anak-anak bisa menulis puisi dan cerpen yang ditempel di mading," jelasnya.
Yang menarik juga, sekolah ini membuat terobosan senam peregangan 5 menit setiap jam 11.30 WIB. Pada jam itu, siswa dianggap rawan mengantuk. Sehingga, senam peregangan menjadi solusi agar siswa kembali segar.
"Jadi, kami setiap pelatihan di Tanoto Foundation sering melakukan peregangan. Itu kita adopsi di sekolah. Setelah bergerak 5 menit, tubuh menjadi segar kembali, karena itu jam rawan ngantuk bagi para siswa," pungkasnya.
Seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 17 Tanjung Jabung Timur, Hasnah. Menurutnya, Program PINTAR sangat baik diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama dalam meningkatkan minat baca siswa.
"Membaca itu penting. Setelah mengikuti Program PINTAR, siswa menjadi lebih gemar membaca dan melek terhadap literasi. Sekarang, selain perpustakaan, kami juga punya pojok baca disetiap kelas," ungkapnya.
Baca: Nadiem Minta Mahasiswa Maksimalkan Program Merdeka Belajar
Pihaknya bahkan membuat saung baca, dan menganggarkan 15 persen dana BOS untuk belanja buku. Lebih jauh, untuk meningkatkan program literasi ini sekolah mewajibkan membaca selama 15 menit sebelum belajar.
Kegiatan membaca itu yang diberi nama Gerabah itu, dilakukan setiap Selasa, Rabu dan Kamis, di selasar kelas. Setelah selesai membaca buku, para siswa juga diminta untuk menulis resume buku yang telah dibacanya.
Pola ini, diakuinya berhasil dalam menarik minat baca dan tulis siswa, serta menunjang kegiatan literasi di sekolah.
Baca: Realitas Kekurangan Guru dan Program Merdeka Belajar 2021
"Dengan program Gerabah tadi, anak-anak bukan hanya disuruh membaca, tetapi membuat resume tentang apa yang dibaca. Dari situ anak-anak bisa menulis puisi dan cerpen yang ditempel di mading," jelasnya.
Yang menarik juga, sekolah ini membuat terobosan senam peregangan 5 menit setiap jam 11.30 WIB. Pada jam itu, siswa dianggap rawan mengantuk. Sehingga, senam peregangan menjadi solusi agar siswa kembali segar.
"Jadi, kami setiap pelatihan di Tanoto Foundation sering melakukan peregangan. Itu kita adopsi di sekolah. Setelah bergerak 5 menit, tubuh menjadi segar kembali, karena itu jam rawan ngantuk bagi para siswa," pungkasnya.
(san)
Lihat Juga :