Bangun Karakter Siswa, Program PINTAR Tanoto Foundation Ubah Pendidikan Secara Mendasar
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 00:55 WIB
loading...
A
A
A
Begitupun dengan peran serta masyarakat. Melalui Komite Sekolah, para orang tua murid mulai terlibat aktif dalam pembangunan sekolah. Bahkan, mereka mulai menyumbangkan uang dan tenaga untuk kemajuan sekolah.
Hermansyah, salah seorang wali murid mengatakan, sejak metode belajar aktif Program PINTAR dilaksanakan, terjadi perubahan sikap pada anaknya. Diakuinya, sang anak mulai memiliki rasa tanggung jawab terhadap sekolah.
"Jika sebelumnya malas bangun sekolah, sekarang bisa bangun sendiri. Kesadaran mengerjakan tugas sekolah pun mulai terbangun. Bahkan, mulai pandai bersosialisasi dengan temannya di sekolah," jelasnya.
Baca: Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan, Warga Batanghari Jambi Hibahkan Tanah untuk Jalan
Hal yang sama terjadi di SDN 131/IV Kota Jambi. Sekolah ini sangat istimewa, karena inklusi menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dengan reguler dalam satu kelas. Sedikitnya, ada 32 anak kebutuhan khusus di sekolah ini.
Metode pembelajaran aktif dalam Program PINTAR ternyata sangat cocok digunakan untuk siswa dengan kebutuhan khusus.
Yani (46), orang tua siswa mengatakan, sejak mengikuti pola belajar aktif dari Program PINTAR, anaknya M Hasdi (12) siswa Kelas 6A, menjadi lebih cakap dalam menangkap pelajaran. Sosialisasinya di sekolah pun lebih baik.
Baca: Merdeka Belajar Dorong Perubahan Paradigma Perguruan Tinggi
"Pola mengajar seperti ini dia suka, bisa belajar berkelompok. Jadi interaksi dengan teman lebih dekat," ungkapnya.
Hasdi merupakan siswa berkebutuhan khusus. Sedari kecil, dia hidup di kursi roda. Kakinya rapuh, dan tidak kuat berdiri sendiri. Jika dipaksa berdiri, dia bisa jatuh dan mengalami risiko serius patah tulang.
"Untuk menangkap pelajaran, sama dengan anak-anak lain. Tantangannya paling kegiatan fisik, seperti olahraga tidak bisa, paling hanya menggerakan tangan saja. Dia suka belajar IPA, dan hitung-hitungan," sambungnya.
Baca: Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Tengah Inovasi Era Digital
Hermansyah, salah seorang wali murid mengatakan, sejak metode belajar aktif Program PINTAR dilaksanakan, terjadi perubahan sikap pada anaknya. Diakuinya, sang anak mulai memiliki rasa tanggung jawab terhadap sekolah.
"Jika sebelumnya malas bangun sekolah, sekarang bisa bangun sendiri. Kesadaran mengerjakan tugas sekolah pun mulai terbangun. Bahkan, mulai pandai bersosialisasi dengan temannya di sekolah," jelasnya.
Baca: Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan, Warga Batanghari Jambi Hibahkan Tanah untuk Jalan
Hal yang sama terjadi di SDN 131/IV Kota Jambi. Sekolah ini sangat istimewa, karena inklusi menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dengan reguler dalam satu kelas. Sedikitnya, ada 32 anak kebutuhan khusus di sekolah ini.
Metode pembelajaran aktif dalam Program PINTAR ternyata sangat cocok digunakan untuk siswa dengan kebutuhan khusus.
Yani (46), orang tua siswa mengatakan, sejak mengikuti pola belajar aktif dari Program PINTAR, anaknya M Hasdi (12) siswa Kelas 6A, menjadi lebih cakap dalam menangkap pelajaran. Sosialisasinya di sekolah pun lebih baik.
Baca: Merdeka Belajar Dorong Perubahan Paradigma Perguruan Tinggi
"Pola mengajar seperti ini dia suka, bisa belajar berkelompok. Jadi interaksi dengan teman lebih dekat," ungkapnya.
Hasdi merupakan siswa berkebutuhan khusus. Sedari kecil, dia hidup di kursi roda. Kakinya rapuh, dan tidak kuat berdiri sendiri. Jika dipaksa berdiri, dia bisa jatuh dan mengalami risiko serius patah tulang.
"Untuk menangkap pelajaran, sama dengan anak-anak lain. Tantangannya paling kegiatan fisik, seperti olahraga tidak bisa, paling hanya menggerakan tangan saja. Dia suka belajar IPA, dan hitung-hitungan," sambungnya.
Baca: Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Tengah Inovasi Era Digital
Lihat Juga :