Persedia dan RS Siloam Balikpapan Gelar Edukasi Kesehatan, Ratusan Peserta Ikut Senam Diabet
Selasa, 18 Oktober 2022 - 00:07 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, gula digunakan tubuh untuk diolah menjadi energi. Pengolahan gula darah memerlukan insulin yang cukup untuk menghasilkan energi yang adekuat. Pola hidup dan konsumsi gula berlebih ditambah dengan faktor resiko tersebut dapat menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah.
"Ini menyebabkan kadar insulin tidak mencukupi untuk bisa mengolah gula menjadi energi, sehingga memaksa pankreas sebagai sumber insulin belerja lebih keras. Apabila kondisi ini berlangsung lama, pada kondisi tertentu pankreas akan mengalami kondisi kelelahan,” urai dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik ini.
Akibatnya, lanjut dia, insulin tidak bekerja maksimal dan masih banyak gula yang tidak terserap. "Selain dapat berdampak pada komplikasi organ dalam tubuh, pengidap diabetes harus mewaspadai timbulnya luka terbuka pada kulit, khususnya luka di kaki," pungkasnya. Baca juga: 4 Rempah Penurun Darah Tinggi dan Penangkal Diabetes, Terbukti Ampuh
Dikatakan Arie Wibisono, ulkus diabetikum adalah luka terbuka mirip borok yang muncul di bagian bawah kaki penderita diabetes yang tidak terkontrol. "Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki dapat terjadi infeksi dan mengalami komplikasi sampai parahnya harus dilakukan amputasi.
Namun, tambah Arie, ada kabar baiknya. Luka diabet masih bisa dicegah dan disembuhkan, tergantung derajat lukanya. "Dengan perawatan luka yang adekuat disertai dengan kontrol gula darah rutin dan pola hidup sehat dapat membuat luka diabet sembuh secara normal," ungkapnya.
Menurut dokter Arie, penanganan luka diabetes secara optimal dapat dilakukan melalui konsultasi dengan dokter, yang salah satunya akan menjelaskan derajat luka diabetes dan penanganannya.
"Ini menyebabkan kadar insulin tidak mencukupi untuk bisa mengolah gula menjadi energi, sehingga memaksa pankreas sebagai sumber insulin belerja lebih keras. Apabila kondisi ini berlangsung lama, pada kondisi tertentu pankreas akan mengalami kondisi kelelahan,” urai dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik ini.
Akibatnya, lanjut dia, insulin tidak bekerja maksimal dan masih banyak gula yang tidak terserap. "Selain dapat berdampak pada komplikasi organ dalam tubuh, pengidap diabetes harus mewaspadai timbulnya luka terbuka pada kulit, khususnya luka di kaki," pungkasnya. Baca juga: 4 Rempah Penurun Darah Tinggi dan Penangkal Diabetes, Terbukti Ampuh
Dikatakan Arie Wibisono, ulkus diabetikum adalah luka terbuka mirip borok yang muncul di bagian bawah kaki penderita diabetes yang tidak terkontrol. "Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki dapat terjadi infeksi dan mengalami komplikasi sampai parahnya harus dilakukan amputasi.
Namun, tambah Arie, ada kabar baiknya. Luka diabet masih bisa dicegah dan disembuhkan, tergantung derajat lukanya. "Dengan perawatan luka yang adekuat disertai dengan kontrol gula darah rutin dan pola hidup sehat dapat membuat luka diabet sembuh secara normal," ungkapnya.
Menurut dokter Arie, penanganan luka diabetes secara optimal dapat dilakukan melalui konsultasi dengan dokter, yang salah satunya akan menjelaskan derajat luka diabetes dan penanganannya.
Lihat Juga :