Terapkan Protokol Kesehatan selama KTT G20, Prosedur Ini Wajib Diikuti para Delegasi
Kamis, 13 Oktober 2022 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, verifikasi sertifikat vaksinasi PeduliLindungi akan dilakukan di bandara kedatangan. Pemerintah, kata Farchanny, menyediakan layanan bantuan (help desk) dan anggota delegasi cukup menunjukkan softcopy sertifikat vaksinasi.
Sedangkan untuk para tamu kepala negara yang tergolong tamu VVIP dikecualikan dari kewajiban daftar Peduli Lindungi ini. Namun, mereka harus mengirimkan bukti vaksinasi 7 hari sebelum kedatangan.
"Prosedur berikutnya adalah ketika delegasi tiba di bandara. Petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan memindai aplikasi PeduliLindungi guna mengetahui status vaksinasi seseorang," imbuhnya.
Untuk memudahkan para delegasi, pemerintah juga sudah menyiapkan 13 bahasa untuk aplikasi Peduli Lindungi. Antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Cina, Rusia, Prancis, Jepang, Korea, Spanyol, Portugis, Jerman, Arab, Italia, dan Turki. Baca juga: Mengenal Gangguan Kesehatan Hipotiroid Kongenital, Kemenkes: Bisa Cebol hingga Gangguan Kognitif
Farchanny menyampaikan bahwa di lokasi tempat konferensi G20 dilaksanakan nanti akan diterapkan hal yang sama. "Panitia menyediakan alat tes mandiri (self-test) antigen bagi peserta yang membutuhkan. Layanan ini tersedia di 22 hotel delegasi," pungkasnya.
Untuk pengambilan swab PCR bagi VVIP bisa dilakukan oleh tim kesehatan masing-masing. Aturan khusus, tambah Farchanny, yaitu tes PCR diberlakukan untuk delegasi yang menemani dan bertemu dengan para kepala negara selama KTT G20 berlangsung. "Selambat-lambatnya harus dilakukan satu hari sebelum acara," imbuhnya.
Sedangkan untuk para tamu kepala negara yang tergolong tamu VVIP dikecualikan dari kewajiban daftar Peduli Lindungi ini. Namun, mereka harus mengirimkan bukti vaksinasi 7 hari sebelum kedatangan.
"Prosedur berikutnya adalah ketika delegasi tiba di bandara. Petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan memindai aplikasi PeduliLindungi guna mengetahui status vaksinasi seseorang," imbuhnya.
Untuk memudahkan para delegasi, pemerintah juga sudah menyiapkan 13 bahasa untuk aplikasi Peduli Lindungi. Antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Cina, Rusia, Prancis, Jepang, Korea, Spanyol, Portugis, Jerman, Arab, Italia, dan Turki. Baca juga: Mengenal Gangguan Kesehatan Hipotiroid Kongenital, Kemenkes: Bisa Cebol hingga Gangguan Kognitif
Farchanny menyampaikan bahwa di lokasi tempat konferensi G20 dilaksanakan nanti akan diterapkan hal yang sama. "Panitia menyediakan alat tes mandiri (self-test) antigen bagi peserta yang membutuhkan. Layanan ini tersedia di 22 hotel delegasi," pungkasnya.
Untuk pengambilan swab PCR bagi VVIP bisa dilakukan oleh tim kesehatan masing-masing. Aturan khusus, tambah Farchanny, yaitu tes PCR diberlakukan untuk delegasi yang menemani dan bertemu dengan para kepala negara selama KTT G20 berlangsung. "Selambat-lambatnya harus dilakukan satu hari sebelum acara," imbuhnya.
Lihat Juga :