7 Hari Hilang, Siswa Magang di Pertambangan Batu Bara Ditemukan Tewas
Kamis, 13 Oktober 2022 - 02:05 WIB
loading...
Evakuasi pelajar tewas di pertambangan batu bara. Foto: Azhari/SINDOnews
A
A
A
JAMBI - Setelah 7 hari dilaporkan hilang, Ahmad Sabri (18) akhirnya ditemukan. Nahas, saat ditemukan siswa SMK Muhammadiyah, Kota Jambi, itu sudah tidak bernyawa lagi.
Korban juga merupakan siswa magang di perusahaan tambang batu bara PT Gelora Geoservice Indonesia (GGI). Dia dilaporkan hilang, pada 5 Oktober 2022. Korban ditemukan tewas pada jarak kurang lebih 2 km dari lokasi terakhir.
Baca juga: Dua Pelajar Tewas Lakalantas Usai Beli Tabung Gas Untuk Kemping
Menurut Kepala Kantor Basarnas Jambi, Kornelis, saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. “Untuk kondisi korban pada saat ditemukan sudah tidak dapat dikenali lagi," ungkapnya, Rabu (12/10/2022).
Baca: Bukit Piramid Telan Korban Jiwa, Pelajar Tewas Jatuh ke Jurang
Dia menambahkan, petugas juga menemukan sejumlah barang-barang milik korban. "Korban dan barang miliknya pada jarak kurang lebih 2 km dari lokasi terakhir atau kurang lebih 500 meter dari lokasi penginapan,” jelasnya.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak kepolisian untuk diidentifikasi. “Setelah diserahkan ke kepolisian, operasi SAR dinyatakan ditutup dan pihak yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” tutupnya.
Korban juga merupakan siswa magang di perusahaan tambang batu bara PT Gelora Geoservice Indonesia (GGI). Dia dilaporkan hilang, pada 5 Oktober 2022. Korban ditemukan tewas pada jarak kurang lebih 2 km dari lokasi terakhir.
Baca juga: Dua Pelajar Tewas Lakalantas Usai Beli Tabung Gas Untuk Kemping
Menurut Kepala Kantor Basarnas Jambi, Kornelis, saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. “Untuk kondisi korban pada saat ditemukan sudah tidak dapat dikenali lagi," ungkapnya, Rabu (12/10/2022).
Baca: Bukit Piramid Telan Korban Jiwa, Pelajar Tewas Jatuh ke Jurang
Dia menambahkan, petugas juga menemukan sejumlah barang-barang milik korban. "Korban dan barang miliknya pada jarak kurang lebih 2 km dari lokasi terakhir atau kurang lebih 500 meter dari lokasi penginapan,” jelasnya.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak kepolisian untuk diidentifikasi. “Setelah diserahkan ke kepolisian, operasi SAR dinyatakan ditutup dan pihak yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” tutupnya.
(san)
Lihat Juga :