Perhutani Resmikan Wisata Alam Lawu Camp Park

Minggu, 05 Juli 2020 - 15:55 WIB
loading...
Perhutani Resmikan Wisata...
Peresmian wisata alam dan religi Lawu Camp Park yang berlokasi di petak 33, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blumbang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di Kabupaten Karanganyar. Foto/Ist
A A A
KARANGANYAR - Tempat wisata alam di kawasan Gunung Lawu kembali bertambah. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta baru saja meresmikan wisata alam dan religi Lawu Camp Park yang berlokasi di petak 33, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blumbang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di Kabupaten Karanganyar.

Wisata alam dan religi Lawu Camp Park merupakan kawasan hutan lindung yang masuk wilayah Perhutani KPH Surakarta yang menyuguhkan wisata petik buah, wisata offroad, wisata berkuda, camping ground, outbond, balon udara, joglo wedding dan home stay.

“Suguhan panorama alamnya masih asri dan alami apalagi di saat malam hari,” kata Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Endung Trihartaka dalam keterangan tertulis yang diterima SINDInews, Minggu (5/7/2020). (Baca juga: Wisata Gunung Bromo Segera Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi )

Perhutani Jawa Tengah, kata dia, mengurus hutan dengan luas sekitar 635.000 hektar dan 18% di antaranya adalah hutan lindung, termasuk yang ada di Gunung Lawu. “Selama ini Perhutani fokus mengelola kayu dan sekarang yang sedang tren adalah wisata yang berkontribusi pada pendapatan hanya 1%, tetapi mempunyai potensi yang besar,” kata dia.

Sampai saat ini, di Jawa Tengah ada 268 lokasi wisata dan yang di wilayah Kabupaten Karanganyar terdapat 21 wisata. Hampir seluruh lokasi wisata Perhutani dikelola oleh Perhutani, LMDH dan investor yang bergabung.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar Kurniadi Maulato mengemukakan, wisata Lawu Camp Park diharapkan menambah geliat dari sektor pariwisata. Sinergitas yang baik di sektor wisata diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Karanganyar. “Semua tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Perhutani sebagai pemangku hutan atau wilayah dan investor,” kata Kurniadi.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved